Penebangan Pohon di Perumahan Fortune Garden, Pemda Bekasi: Tidak Elok!

Foto Atas: Pemandangan Sebelum Penebangan Pohon Bawah: Sesudah ditebang (PONTAS.id)

Bekasi, PONTAS.ID – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi akhirnya buka suara terkait penebangan pohon yang dilakukan pengembang PT Hutama Damai Putra (HDP) di kawasan Perumahan Fortune Garden, Tarumajaya, Bekasi.

Hal ini disampaikan Kabid Disperkimtan Kabupaten Bekasi usai menghadiri acara pembahasan musyawarah pembangunan pagar pembatas kavling antara perumahan Harapan Mulya Regency dengan perumahan Fortune garden Bogasari, 17 Oktober 2023.

“Sebenarnya kalau dilihat ya tidak elok, alias tidak bagus,” ungkap Cecep yang tergesa meninggalkan pewarta.

Diketahui, dulu pepohonan itu ditanam oleh warga Fortune Garden yang notabene Karyawan Bogasari. Namun, karena adanya pemasangan pagar pembatas oleh pengembang Harapan Mulya Regency, pohon yang ditanam itupun ditebang sehingga terkesan gersang.

Sementara itu, sengketa pemasangan pagar pembatas hingga kini, 19 Oktober 2023 tidak mencapai titik temu. Warga Perumahan Fortune Garden konsisten menolak pemasangan pagar karena status tanah yang dipagar merupakan akses lalu lalang bagi warga.

“Tuntutan kami adalah menolak pemagaran yang dilakukan oleh HDP secara sepihak. Sebab kepemilikan jalan itu bukanlah milik pribadi,” ujar Abu salah satu warga Fortune Garden.

Anehnya lagi, Ketua RW Legiono (45), Perumahan Fortune Garden mengungkapkan bahwa izin pemasangan pagar baru dilayangkan pada tanggal 27 September 2023, namun pemasangan pagar sudah berjalan dari 15 Agustus 2023. “Itukan aneh, kok belum ada izin ke pemda, namun berani dilaksanakan,” pungkasnya

Sementara itu, perwakilan Management Damai Putra Group selaku pengembang Cluster Harapan Mulya Regency, Sudaryono saat dikonfirmasi wartawan tidak mengaku bahwa dirinya sebagai perwakilan dari HDP. Lucunya, ia malah menunjuk orang lain sebagai pimpinan HDP.

“Saya bukan dari HDP pak, wawancaranya sama Pimpinan aja,” ujar dia sambil menunjuk ke arah pria mengenakan kemeja berwarna biru telur asin.

Ketika dikonfirmasi, ternyata pria berkemeja tersebut mengatakan dirinya hanya warga. “Saya warga pak, yang dari HDP yang tadi sama bapak, noh udah kabur dia,” ujar pria berkemeja itu

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Fajar Virgyawan Cahya

Previous articleMPR: Jadi Santri Itu Hebat
Next articleHadiri Majelis Maulid Arbain An Nabawiyah Gorontalo, Fadel Muhammad : Jaga dan Tingkatkan Ukhuwah Islamiyah