Aceh Tenggara, PONTAS.ID – Format (forum aceh tenggara) metuah menggelar unjuk rasa di gedung DPR (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Aceh Tenggara, Aksi ini dilakukan karenakan PJ Bupati Drs.Syakir, M.Si, bukan membina desa malah melaporkan ke APH, Kamis (7/9/2023)
Pantauan PONTAS.ID, ratusan masa aksi sebelum menuju ke lokasi gedung DPRK, masa berkumpul di halaman stadion H. Syahadat dengan berjalan kaki dan mengunakan becak serta sepeda motor.
Dalam aksinya Format Aceh Tenggara menuntut Kesemrawutan terhadap tata kelola pemerintahan Aceh Tenggara, yang membuat kekisruhan antara eksekutif dan legislatif.
Penanggung Jawab Aksi, Nawi Sekedang, mengatakan ada beberapa tuntutan yang disampaikan pihaknya kepada DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Aceh Tenggara.
Yang pertama, menuntut agar segera dilakukan harmonisasi antara Eksekutif dan Legislatif secara transparan, serta tata kelola keuangan daerah dilaksanakan secara baik dan akuntabel.
Lanjut Nawi Sekedang, kepada pemerintah daerah untuk secepatnya membayar siltap Aparatur Kute / Desa dari bulan juli sampai Agustus hingga saat ini belum juga dibayarkan. Karena sesuai janji PJ bupati Syakir akan membayar siltap setiap bulan.
Selanjutnya kekecewaan kami terhadap PJ Bupati Syakir bukannya membina pemerintah desa ini malah melaporkan 44 Desa ke penegak aparat hukum.
“Jadi kami meminta PJ Bupati Syakir untuk segera mencabut laporan ke Aparat Penegak Hukum, dan dilakukan pembinaan,”ujar Nawi
Nawi menegaskan atas kinerja Pj Bupati Syakir kami dari Format Aceh Tenggara Metuah menolak perpanjangan masa jabatan Syakir, serta meminta agar DPRK tidak menerbitkan rekomendasi perpanjangan masa jabatan Syakir selaku Pj Bupati Aceh Tenggara.
Begitu juga kami meminta kepada Pj Gubernur Aceh dan menteri dalam Negeri RI untuk tidak memperpanjang masa jabatan Pj Bupati Syakir.
“Apabila Pj Bupati Syakir tetap direkomendasikan oleh pihak eksekutif maka kami dari Format Aceh Tenggara Metuah, akan kembali melakukan unjuk rasa kantor DPRK dengan membawa lebih banyak masa lagi,”ungkapnya.
Penulis: Yusuf
Editor: Rahmat Mauliady
















