Pasuruan, PONTAS.ID – Warga Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan,Jawa Timur bergotong – royong lakukan kegiatan bersihkan sampah sungai yang sudah empat tahun mengendap. Sehingga aliran sungai di Pogar Bangil jadi terhambat dan tidak lancar apalagi di saat hujan sering terjadi banjir yang sampai naik kepermukaan jalan Gajah Mada Kelurahan Pogar Bangil.
Kegiatan ini dilakukan oleh Warga RT 03, RW 03 Dusun Pogar, Kelurahan Pogar Bangil dan di bantu oleh Dinas pengairan (SDA Cipta Karya & Tata Ruang) dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Minggu (23/7/2023)
Menurut Ketua AJPB Hendry Sulfianto warga Kelurahan Pogar tersebut saat dikonfirmasi mengatakan untuk membersihkan Sungai yang ada di Pogar Bangil khususnya yang ada di jl. Gajah Mada depan stasiun Bangil sungainya sangat tinggi disentasinya, banyak sampah dari warga yang dibuang ke sungai sehingga apabila nanti dimusim penghujan dipastikan jalan Gajah Mada yang di poros Kota Bangil Kabupaten Pasuruan akan terjadi banjir.
“Sungai ini sudah tidak bisa menampung debit air dari air hujan yang ada yang selalu banjir,” ungkap Hendry Warga Pogar Bangil .
Dia berharap, imbuh Hendry, warga yang mempunyai usaha – usaha yang berada di atas sungai Pogar tersebut untuk tidak langsung menutup saluran sungai itu. Karena untuk buat jalan itu seharusnya pakai apsi sehingga nanti dari Dinas Pengairan, DLH dan Instansi terkait kalau ada yang mau Normalisasi sungai tersebut agar bisa terlaksana dan tidak terganggu.
Hari ini Minggu 23 Juli 2023 ia beserta warga Pogar beserta ketua RT 03, RW 03, Kelurahan Pogar Kecamatan Bangil dengan dibantu oleh Dinas Pengairan, DLH, DAS Wrati Kabupaten Pasuruan ikut membersihkan sungai tersebut.
“Kenapa demikian karena sungai ini meliputi aliran ke sungai DAS Wrati. Tidak hanya itu untuk bangunan yang sudah berdiri di atas sungai tersebut pihak Satpol PP harus menindak dengan tegas bahwa bangunan liar yang berdiri itu untuk dibongkar sesuai aturan, bangunan liar tersebut yang telah menutup aliran sungai sehingga air tidak bisa lancar sehingga bisa menyebabkan banjir. Dan juga banyak tikungan yang bisa menghambat air,” tutupnya .
Penulis: Abdullah
Editor: Rahmat Mauliady
















