Satreskrim Polres Sergai Bantu Pemulangan 21 Pekerja Migran Ilegal

SERGAI, PONTAS.ID – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serdang Bedagai (Sergai) berhasil mengamankan 21 pekerja migran ilegal (TKI), yang diturunkan oleh satu unit Tongkang atau Perahu nelayan yang tidak dikenal yang membawa mereka dari Negeri Selangor (Malaysia), melalui perairan Bagan Kuala kecamatan Tanjung Beringin – Sergai,
Senin,( 12/6/2023) pagi dinihari.

Demikian disampaikan oleh Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta melalui Kasat Reskrim AKP Made Yoga Mahendra,didampingi Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Sergai, IPDA Brimen Sihotang di Sat Reskrim Polres Sergai, Senin (16/2023) jelang tengah malam.

Adapun migran ilegal yang diamankan hingga dibantu pemulangannya ke berbagai daerah/provinsi di Indonesia tersebut, berjumlah 20 orang dewasa (18 pria + 2 wanita) serta 1 orang anak perempuan berusia 7 tahun.

Berdasarkan data hasil pemeriksaan dari penyidik tim Sat Reskrim dan wawancara awak media ini kepada korban, La Juang (44) asal Bau-Bau provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng) dan Ahmad Jurati (42) asal Desa Suradadi kecamatan Teracat Kabupaten Lombok Timur, provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menuturkan, mereka berangkat dari pela buhan Selangor (Malaysia) Sabtu (10/6/2023) malam.

“Kami dijanjikan akan diantar ke pelabuhan Dumai (Riau) dengan ongkos Rp 5 juta/orang, naik kapal besar. Nyatanya kami naik kapal nelayan bersama 75 penumpang dari berbagai daerah+plus 4 Anak Buah Kapal (ABK). Kapal sarat dengan penumpang dan hanya beberapa jengkal saja dari permukaan air laut, berlayar satu hari dua malam kami diter jangbadai. Oleh Tekong (Nakhoda) dan ABK, banyak koper dan tas milik kami dibuang ketengah laut dengan dalih supaya bobot kapal berkurang. Padahal, di dalam koper atau tas milik beberapa penumpang, di dalamnya ada KTP/Passport, uang dan surat-surat penting lainnya,” ungkapnya

“Kami tak berani mencegah, sebab mereka yang berkuasa dikapal. Ternyata, setelah Tekong berkomunikasi kami semula mau turun di Dumai, berubah akan mendarat di Batubara atau Tanjung Balai. Karena ketatnya penjagaan ditiga pelabuhan itu, akhirnya kami diturunkan di perairan Bagan Kuala. Semula kami mengira kami diturunkan di Batubara, itupun karena kapal tak bisa merapat Jepang tengah malam itu kami disuruh turun kedalam laut dengan kedalaman satu pinggang orang dewasa. Baju dan koper serta tas kami basah kuyup kena air laut, dan kami berjalan ke arah pantai. Didarat atau kawasan desa Bagan Kuala, kami sudah ditunggu oleh penjemput dan disuruh naik ke satu unit Truk Colt diesel dan 2 unit Kijang Inova, untuk diantar ke Terminal bus di Amplas Medan”, kata La Juang ditimpali Ahmad Jurati menjelaskan.

Kasat Reskrim AKP Made Yoga menambahkan, informasi awal diterima dari Kapolsek Tanjung Beringin AKP T. Sihombing, berdasarkan informasi dari warga orang berkumpul di desa Bagan Kuala diduga bukan warga Sergai, diduga banyak TKI yang terdampar di laut. Sebab baju, koper dan tas mereka basah kuyup kena air laut, ucap Made.

“Setelah kami ke lokasi bersama Kanit PPA Ipda Brimen dan personel Reskrim, kami temukan 20 orang dewasa (18 pria dan 2 wanita) dan langsung kami amankan ke Polres Sergai. Berdasarkan penjelawan mereka, ada lagi temannya lebih 50 orang sudah duluan berangkat ke Medan. Karena Truk tompangan nggak cukup, kami ditinggal dengan janji akan dijemput kemudian. Sekitar pukul 02.00 wib dinihari kami kejar ke Medan, melihat kehadiran kami banyak pekerja itu lari berhamburan menyelamatkan diri, dan kami hanya bisa menemukan seorang anak perempuan berusia 7 tahun, hanya bisa berbahasa Melayu dan Jawa medok dititipkan ke salah satu loket bus yang ada di terminal. Pengakuan si anak, orangtuanya masih berada di lokasi, karena truk nggak cukup. Akhirnya kami mengamankan pengemudi Truk Colt diesel dan kernet, 2 pengemudi mobil Toyota Inova plat BL atau Aceh. Ketiga kendaraan dan seorang anak kami boyong ke Polres Sergai”, jelas AKP Made.

Sedangkan Ipda Brimen yang malam itu terus ikut kelapangan menambahkan, menurut penjelasan para Pekerja Migran Indonesia tersebut mereka sebelumnya bekerja di Malaysia, namun masuknya tidak melalui Agen penyalur resmi. Semula hanya dengan memakai Paspor melancong, karena beberapa adanya kebijakan pemerintah Malaysia merazia pekerja ilegal maka mereka kabur pulang ke Indonesia, agar tidak di tangkap Polisi Malaysia.

Kanit PPA Ipda Brimen yang mempertemukan Nabila Najwa (7) dengan kedua orangtuanya di Polres Sergai, berucap kalau dirinya merasa terharu.

“Sang anak hanya bisa bahasa Melayu, Jawa totok dan bahasa Inggris karena lahir dan sekolah di Malaysia. Waktu dirinya naik ke atas Truk, ternyata orang tuanya ditinggal dengan alasan tak muat. Setelah tim Reskrim Polres Sergai datang, dan saya komunikasi maka kami temukan dianya dengan orangtuanya yang sudah diamankan di Polres”, papar Brimen.

Lis KhaerIyah (39) warga RT 05 RW 04 Desa Penusupan Kecamatan Pangkah Kabuoaten Tegal Prov. Jawa Tengah, ibu kandung dari Nabila Najwa sangat terharu dapat bertemu kembali dengan anaknya yang sempat terpisah.

“Kami tidak menyangka kalau kami di kantor Polisi Polres Sergai ini diperlakukan sangat manusiawi,” ucapnya

“Kami diberikan makanan, kalau mau istirahat diberikan tikar dan kalau ada yang sakit biar dipanggilkan dokter atau perawat. Bukan ujug-ujug diperiksa atau ditanyai, semula kami nggak mengira kalau bapak – bapak ini Polisi, karena nggak pake pakaian dinas tapin taunya setelah di bawa kemari baru tau, kalau bapak-bapak ini polisi dan menanyai kami dengan santun sembari bercanda”, kata Lis KhaerIyah.

Lilis juga mengaku, kalau dirinya pergi ke Malaysia ada tahun 2015 dari Batam menggunakan paspor melancong, seorang diri dan tidak dibantu oleh tenaga agen. Kemudian saksi bekerja di Malaysia sebagai cleaning service, dan selama 8 tahun ini dan menikah dengan sesama pekerja migran bekerja di berbagai tempat atau majikan.

“Karena beberapa hari yang lalu ada razia besar-besaran dari Polisi Diraja Malaysia, dia, suaminya dan anaknya serta beberapa teman senasib nekat pulang ke Indonesia jalan belakang. Kalau TKI ilegal sempat tertangkap Polisi Malaysia, bakal dapat bencana karena mereka itu sadis dan kejam. Bukan hanya dipukuli, tapi harta kita juga dirampas dan baru di buang ke pulau- pulau terpencil dekat negara Indonesia. Jelas kita bakal berpisah-pisah, entah bisa hidup atau tidak itu urusan nanti sama Polis Malaysia itu”, beber Lilis.

Hingga larut malam, Reskrim Polres Sergai akhirnya berhasil mendata para pekerja, yang berasal dari berbagai wilayah. Sebahagian yang masih menyimpan uang, seperti dari Jakarta, Jawa Tengah dan Sulawesi difasilitasi, dikawal personel Reskrim dan diantar ke Bandara Kuala Namu, untuk membeli tiket pulang.

Sedangkan 5 warga asal Aceh, atas permintaan mereka cukup minta diantar ke Terminal Bus di Pinang baris Medan. Karena keluarga mereka ada yang sudah menunggu disana, seperti kata Harus (27) asal kota Subulussalam kepada media ini.

“Tanggal 7 bulan 7 nanti, saya mau nikah bang. Kan 15 hari sebelum nikah harus urus surat-surat, tadi malam saya pikir saya sudah nggak bisa sampai di daratan. Lihat laut bergelombang, kapal kecil kami dihempaskan badai, tapi nyatanya kami sampai di Polres ini dengan selamat. Betul apa yang dibilang pak Ahmad dan pak Juang, pertama yang ditanya sama kami oleh pak Polisi, apa kami sudah makan, soal ada yang sakit dan kalau mau istirahat silahkan. Kok macam hotel aja, kami aja dikapal nggak dikasi makan baru disinilah kami diberi makan. Kupikir abang itu bukan polisi, tak ada ciri khas polisi disini kecuali lambang di kantornya, pelayanannya dan sikap dan cara melayani kami, macam tamu aja,” bebernya

“Saya dan teman dari Aceh berlima ini, sangat mengucapkan terima kasih atas layanan yang kami terima, semoga semua polisi bisa membuktikan contoh macam di Polres Sergai ini”, kata Haris di kantin Reskrim.

Untuk warga yang mau pulang ke Jawa Tengah, Batam dan Jawa Barat atas perintah Kapolres Sergai AKBP Oxy Yudha Pratesta melalui Kasat Reskrim AKP Made Yoga dan para Kanit.

“Jika uangnya tidak cukup untuk ongkos bus atau tidak punya uang, maka Reskrim Polres Sergai memberikan bantuan membelikan tiket bus, biaya makan diperjalanan dan mengantarkan hingga mereka bisa diberangkatkan agen bus yang jelas. Inilah yang bisa kami bantu kepada saudara-saudara kami, semoga mereka sampai ke tujuan dengan selamat”, ucap Kasat dan para Kanit sejajaran Sat Reskrim Polres Sergai, sebelum berpisah.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Rahmat Mauliady

 

Previous articlePotensi Ancaman Peningkatan Kasus DBD Harus Segera Diantisipasi
Next articlePemkab Tapsel Apresiasi Peserta Diklat Terbaik Versi Guru PAUD