Diduga Jadi Korban Oknum E-warung, 29 Ribu KPM Terdampak

Sergai, PONTAS.ID – Sebanyak 29.117 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdata penerima bantuan di 17 Kecamatan se Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dinilai menjadi korban dari oknum – oknum yang mencari keuntungan untuk kantong sendiri, dengan mengorbankan hak orang lain.
Dengan dalih “harus” membeli bahan sembako di E-Warung yang dikelola oknum, para penerima bantuan jenis bantuan BBM, PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai ) senilai Rp 600.000,_/KK dan ada yang ditambah bantuan Lanjut usia bisa mencapai lebih satu juta rupiah, oleh kaki tangan oknum e-warung “diwajibkan” harus membeli sembako di E-Warung nya senilai Rp 500 ribu rupiah.
Hal ini dikatakan oleh seorang warga bermarga Simamora (47) warga Sei Bamban, kepada awak media ini di Kampung Pon, Kecamatan Sei Bamban, Sabtu ( 03/12/2022) petang.
“Sudah kutanyakan kepada Kepala Desa kami, kok mesti diwajibkan para penerima bantuan itu beli bahan sembako di E-Warung? Kan kasihan yang menerima bantuan itu, padahal banyak yang berangan-angan bisa membantu bayar uang sekolah anaknya yang di swasta. Harus beli sembako lagi,padahal padi masih menumpuk di rumah dan bisa untuk apa sisa duit yang seratus ribu ini?,” ucap Simamora dengan logat Bataknya.
Ternyata hal ini juga terjadi di Kecamatan Tanjung Beringin, seperti yang dikatakan oleh M ( 40 ) salah seorang ibu rumah tangga warga Tanjung Beringin yang menerima bantuan Jum’at (2/12/2022) kemarin.
“Sejak kami mengambil duit di Kantor Pos, kami sudah dihimbau oleh oknum Y selaku pengelola E-Warung,agar nanti se sampainya di desa langsung belanja di E-Warung yang sudah ditunjuk. Kalau kalian tak mau,jangan harap kedepannya bisa dapat bantuan lagi dan jelas nama kalian bakal dicoret,” ucap M dengan nada kesal.
Selaku ibu rumah tangga, menghadapi hal ini tentu M sangat khawatir kalau nanti nanya bakal dicoret, tetapi melihat sembako yang dibelinya di E-Warung, ternyata jauh lebih baik kualitas dan mutunya membeli di pasar tradisional.
“Sedih hati kami melihat kondisi ini pak, tetapi kemana kami harus mengadu. Yang kami harapkan, dengan adanya bantuan di penghujung tahun ini, setidaknya mampu meringankan beban biaya anak sekolah. Soalnya, ada dan tidak ada uang, wajib kita melunasi uang sekolah dan kalau untuk makan sehari-hari,bisa lah kita cari utangan,”  tambahnya lagi.
Melihat M berani berbicara kepada awak media, salah seorang tetangganya yang meminta 5idak mengungkapkan identitas dirinya menambahkan, bahwa di Tanjung Beringin ini yang nerima bantuan ada beberapa desa, dan secara bergilir harinya tidak sama.
“Yang jelas, kelompok e-warung ini sudah ada di desa itu dan sudah meme gang daftar nama dan Dusun dari penerima bantuan. Kalau tak mau, ya mulailah kata-kata mau di coretlah nanti dan jelasnya bakal tidak dapat bantuan apapun dari pemerintah. Sementara Kepala Dusun masing-masing cuma melihat saja, tanpa membela warganya,” tandasnya.
Ketika hal ini dikonfirmasi Kepada Kadis Sosial Sergai, Ariyanto melalui whatsApp, Sabtu (3/12/2022) ia menjawab, bahwa dirinya akan cek hal terkait. Namun sampai detik ini Kadis Sosial Sergai belum memberikan keterangan.
Lalu, Menteri Sosial RI, Risma beberapa waktu yang lalu (sesuai video) sudah menginstruksikan kalau penerima bantuan tidak boleh lagi menerima paket dan harus utuh.
Bahkan, dalam konfirmasi beberapa bulan yang lalu, Ariyanto yang digadang – gadang bakal menjadi Kadis Pendidikan Sergai ini, juga kepada wartawan sudah mengatakan kalau E-Warung tidak diperbolehkan.
Tetapi kenyataannya masih ada dan terbukti,dalam hal ini Kadis Sosial ini tidak menjawab dan hanya membaca WA yang dikirim awak media sesuai centang biru.
Penulis: Andy Ebiet
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleHUT Al-Jamiyatul Wasliyah, Wabup Taufik Lepas Ribuan Peserta Gerak Jalan Santai
Next articleTes Kenaikan Sabuk PSHT, Bhabinkamtibmas Polsek Buay Madang Jaga Situasi Kondusif