Seri Terakhir dan Penentu Kampiun, Nobar Moto GP Valencia 2022 di Tanjungpinang Menuai Antusias Warga

Tanjungpinang, PONTAS.ID – Antusias pecinta balapan motor di Tanjungpinang yang digelar di Sirkuit Valencia, Spanyol, Minggu (06/11/2022) cukup menyita minat dari berbagai kalangan pecinta “Si kuda besi” yang kebetulan selain seri balapan terakhir gelaran Moto GP tahun 2022 dan merupakan penentu pemegang Jurdun (Juara Dunia).
Animo masyarakat Tanjungpinang khususnya pecinta balap dalam menyaksikan langsung dari media televisi yang disiarkan langsung. yang diketahui sebagai seri balapan terakhir dalam gelaran tersebut, melalui penelusuran PONTAS.ID cukup tinggi, yang dibuktikan dengan penuh dan sesaknya berbagai titik kumpul maupun berbagai tempat, seperti Kedai Kopi, Angkringan (tongkrongan) bahkan ada berbagai tempat dadakan yang menyelenggarakan nobar (nonton bareng) yang sengaja buka lapak hanya untuk menggelar kegiatan tersebut.
Bahkan sebelum siaran dimulai, berbagai tempat berlangsungnya nobar tersebut sudah dipenuhi para penonton yang seakan takut tidak kebagian tempat duduk.
Salah satu tempat yang menjadi tujuan masyarakat setempat dalam menyalurkan keinginannya adalah Tepi Laut atau sering disebut Taman Gurindam, yang berlokasi di  pinggiran tepi laut Tanjungpinang yang pada hari biasanya merupakan tempat masyarakat tempatan dalam menghilangkan penat seharian karena berbagai faktor, baik pekerjaan kantoran dan alasan yang lain juga.
“Alhamdulillah bang, dengan giat ini tempat saya cukup rame dam memang sudah penuh tempat duduk,” tukas salah satu masyarakat seakan mengamini bahwa malam ini akan mendapatkan keuntungan dibanding hari biasanya.
Keseruan sudah terasa bahkan sebelum siaran langsung dimulai. Hal ini terasa kental dari berbagai opini para penonton yang secara bebas mengungkapkan analisa atau prediksi akan siapa yang bakal berhak didapuk sebagai jawara Moto GP musim 2022. Yang punya peluang secara hitung-hitungan hanya dimiliki oleh dua kandidat yakni antara Pecco Bagnaia dan Quartararo dari dua motor pabrikan berbeda.
Sebelumnya selisih poin antara kedua pembalap memang cukup jauh yaitu srlusih 23 poin dengan keunggulan Pecvo Bagnaia. Tapi hal tersebut tidaklah menutup peluang rivalnya (Quartararo) dalam merebut Jawara Motogp 2022, arbab poin yang direbut satu seri adalah 25 poin.
Intensitas inilah yang mengundang daya tarik dan penasaran para pecinta balap dengan hitungan Quartararo finis urutan pertama dan Bagnaia urutan 15 kebawah. Dengan banyak kemungkinan twrsebut sehingga dua kubu penonton yang tetap pada jagiannya berharap besara akan memenangkan perhelatan tersebut.
Salah satu pendukung Bagnaia mengatakan keyakinannya, pembalap tersebut akan mengangkan tropi Jurdun 2022. Tidak mau kalah pendukung Quartararo juga mengarajan hal yang sama.
Aroma panas diantara pendukung yang dusalurkan melalui teriakan terhadap pembalap yang didukungnya semakin terasa, sementara siaran masih dalam pemanasan atau dalam dunia balap sering dusebut Warm Lap. Dimana diantara pendukung berharap pembalap lawan crash (jatuh) sehingga memudahkan pembalap yang dia dukung dalam mengangkat tropi tersebut.
Keseruan semakin menjadi ketikan Safety Car berlalu dan Lampu hijau pyn menyala tanda balapan sudah start atau dimulai. Sorakan semakin kuat dalam berbagai ucapan yang dilontarkan para pendukung masing-masing pembalap.
Hingga tiba garis Finish tanda berakhirnya balapan yang masing-masing penonton mengetahui, meski Bagnaia finis diurutan ke-7 atau tidak memenangkan seri balapan tersebut  tetapi mengingat selisih poin dari pesaingnya, dia berhak pemegang tropi dan menjadi Kampiun Pada perhelatan Motogo tahun 2022.
Andrian yang merupakan salah satu pendukung Bagnaia dan  motor tunggangannya mengungkapkan  kepuasannya karena pembalap yang dia dukung memenangi pertandingan tersebut.
“Senang sekalu melihat idola saya menjadi jawara Motogp 2022, saya sampai keluar rumah buat nonton ini, soalnya selain kurang seru nonton sendiri takut juga siarannya ke blok bang,” ungkapnya.
Begitu juga dengan Firman pendukung  Quartararo yang mengungkapkan perasaannya akan kekalahan idolanya.
“Kecewa sih bang, tapi apa mau dikata, terus terang menurut kami usaha yang dilakukan Quartararo sudah maksimal tapi dari kualitas motor, Pecco lebih diuntungkan,” pungkasnya sambil berlalu.
Penulis : Thomson Budi
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
Previous articleHari Jadi Tapsel Ke 72, Bupati Lepas 700 Peserta Fun Bike
Next articleSerahkan Bantuan Kepada Poktan Bintan, Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Ikut Kendalikan Inflasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here