Puluhan Petani Dusun IV Sidodadi Keruk Lahan Sawah, Ini Sebabnya

Sergai, PONTAS.ID – Puluhan petani di Dusun IV Sidodadi Pondok O Desa Sei Sijenggi kecamatan Perbaungan melakukan pengerukan atau pengupasan lahan sawah mereka agar air yang berasal dari saluran irigasi mampu mengairi persawahan miliknya.

Hal ini dikatakan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mekar Sari yang juga Petugas Penyuluh Air (PPA), Tumiran (48) didampingi Kiting (50) selaku pelaksana pengorekan saat di lokasi kegiatan, Selasa (29/3/2022).

“Luas persawahan di Desa Sei Sijenggi ada 116 hektar dan yang 20 hektar hanya mampu ditanami setahun sekali disebabkan permukaan sawah cukup tinggi. Jadi air yang berasal dari saluran irigasi didekat persawahan tak mampu mengairi,” kata Tumiran.

Atas kesepakatan warga, mereka melakukan pengorekan sawah sedalam 20 – 30 cm untuk tahap pertama ini ada sekitar 15 Rante. “Untuk mengejar penanaman serentak bulan depan maka kami meminta pihak pelaksana pengorekan untuk memakai alat berat. Tanah yang di korek itulah untuk biaya pengorekan dan petani taunya sawahnya bisa dialiri air dari saluran irigas,” papar Tumiran.

Kata Tumiran, pengorekan sawah ini yang diusulkan warga pemilik lahan juga sudah disetujui Kepala Desa dan Kepala Dusun.serta para tokoh masyarakat di Dusun IV Sidodadi Pondok O.

“Kalau pengelola pengorekan sawah ini memakai jalan perkebunan, itu juga sudah diketahui pihak Kebun dengan syarat jalan dirawat dan disiram agar tidak berdebu. Ini juga semuanya sudah dilaksanakan pihak pengelola dan sekali lagi ini atas persetujuan para pemilik sawah,” jelasnya.

Tumiran yang sebagai Ketua Gapoktan mengaku harus bekerja ekstra keras. Karena Dusun Pondok O ini diapit oleh Kebun PT Indah Pontjan dan PT Fajar Agung yang dimana kadangkala air tidak sampai ke areal persawahan Pondok O.

“Jika tidak selalu memperhatikan sendimen di parit – parit kedua perkebunan tersebut. Kita kerap bermohon kepada Manager kedua Kebun, agar sendimen di areal perkebunan dikorek supaya air tidak tersumbat dan mampu mengalir kepersa wahan kami,” imbuhnya.

Ada hal yang istimewa dari Dusun Pondok O yakni hasil komoditi Buah Naga. “Kami sudah mencanangkan Dusun wisata Buah Naga, karena para warga petani di Dusun ini menanam buah Naga dan selama ini sudah banyak dikirim ke Riau. Diperkirakan luas lahan pertanian buah Naga milik warga, ada seluas 5 hektar dan inilah modal kami untuk menjadikan obyek wisata Buah Naga dari dusun kami”,pungkas Tumiran.

Sriadi (45) salah seorang warga pemilik sawah seluas 5 rante di Dusun IV Pondok O kepada mengatakan selama ini ia hanya bisa menanam padi setahun sekali, itupun mendekati musim penghujan.

“Kalau tidak, maka sawah kami tidak ada airnya dan harus memakai pompa air untuk memasukkan air ke sawah. Dengan dikoreknya sawah ini, kami berharap agar bisa mengejar penanaman serentak bulan April mendatang,” kata Ssriadi.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Ahmad Rahmansyah

Previous articleBAP Tindaklanjuti Aduan Belum Dibayarkannya Proyek Irigasi oleh Kementerian PUPR
Next articleBBM Solar Langka, DPR Minta BPH Migas Lakukan Pengawasan