Sikap Kritis BEM UI Jangan Dibungkam, Jokowi Arif dan Bijaksana dalam Menyikapinya

Anggota Komisi II DPR RI, Guspardi Gaus

Jakarta, PONTAS.ID – Sikap kritis BEM UI memberikan kritikan tajam kepada Presiden Joko Widodo didukung juga oleh berbagai kampus lainnya. BEM UGM Juga menyampaikan kritik yang sama. Bukan tidak mungkin, kian hari dukungan datang secara bergelombang.

Untuk menghadapi kondisi ini, Anggota DPR RI  Fraksi PAN Guspardi Gaus meminta Presiden Joko Widodo harus menyambut Kritikan BEM UI dan BEM lainnya dengan arif dan bijaksana.

Namanya mahasiswa di negara demokrasi, tentu harus diberikan ruang  untuk berekpresi dan kreasi dengan gaya dan model anak melenial. Jangan malah  dibungkam

“Sikap presiden Jokowi yang menanggapi santai dengan caranya, harus diberikan apresiasi. Akan tetapi, tidak hanya dalam bentuk ungkapan di media saja. Hendaknya hal bukan untuk pencitraan saja kepada publik, tetapi juga dalam bentuk kebijakan. Jangan sampai pula persoalan ini di bawa keranah  hukum. Jika nanti ada aduan, saya berharap pihak kepolisian bersikap bijaksana dengan melihat urgensi dari persoalan ini,” ujar Guspardi kepada awak media, Jumat (2/7/2021)

Artinya, apa yang disampaikan Presiden Jokowi harus teraplikasi dalam langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah. “Salah satu ujung tombaknya adalah kepolisian,” ucapnya

GG, begitu sapaan akrabnya,  mengatakan respon yang diberikan   Jokowi sudah sampai ke mahasiswa maksud dan tujuanya, yakni Presiden Jokowi memberikan apresiasi dan mengatakan bahwa beliau tidak anti kritik.

“Yang paling penting, jangan ada sanksi dan tindakan hukum  kepada para  mahasiswa. Sementara itu pihak rektorat juga tidak boleh melakukan pembungkaman kepada mereka,” tegas anggota Komisi II DPR ini.

Legislator asal Sumatera Barat itu juga mengingatkan kepada pemerintah untuk memahami apa pesan yang terkandung dalam kritik yang disampaikan oleh para mahasiwa itu. Jika ada sesutau yang tidak sesuai maka harus dilakukan perbaikan dan penyempurnaan.

“Sebab, tidak ada gading yang tidak retak. mungkin ada yang silap. Untuk itu pemerintah harus menyikapinya secara bijak. Harus ada arah ke perbaikan dan penyempurnaan terhadap kritikan-kritikan yang disampaikan” pungkas anggota Baleg DPR RI tersebut.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Riana

Previous articleHadapi Covid-19, Anis Matta: Agama sebagai Sumber Optimisme, bukan Fatalisme
Next articleMPR Apresiasi Jepang Hibahkan Vaksin AstraZeneca ke Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here