Dewan Dorong Pemkab Untuk Kaji Lahan Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit Di Malang Selatan

Illustrasi Perkebunan Kelapa Sawit.

Malang Raya, PONTAS.ID– Keinginan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam mengembangkan perkebunan kelapa sawit di Malang Selatan perlu dilakukan kajian mendalam dari berbagai aspek, seperti struktur tanah dan lingkungan dengan melibatkan akademisi.

Menurut anggota komisi III DPRD Kabupaten Malang, Abdullah Sattar, keinginan dan harapan Pemkab Malang dalam mengembangkan kawasan perkebunan kelapa sawit memang bagus, namun ia berharap untuk dilakukan kajian lingkungan dan dampak sosial di masyarakat.

“Kita minta Pemkab lakukan kajian secara mendalam sebelum di laksanakan pengembangan secara masif perkebunan kelapa sawit di Malang Selatan, seperti dampak sosial, ekonomi dan ekologi. Kami juga meminta, dalam kajian nanti di libatkan akademisi pada bidangnya agar kajian nanti betul betul tepat,” kata Abdullah Sattar saat di hubungi pontas.id, Kamis (10/6/2021).

Aspek kajian yang harus di lakukan, lanjut Sattar, antara lain aspek struktur tanah, apek masyarakat apa cocok untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit di Malang selatan dan aspek yang lain.

“Semua aspek yang menyangkut perkebunan kelapa sawit harus di kaji sebelum memulai pengembangannya, karena struktur dan kondisi lahan di Malang selatan tidak cocok untuk pengembangan lahan kelapa sawit. Tanah di Malang selatan sebagian besar kondisinya tanah kapur. Selain itu juga di lihat kultur budaya masyarakatnya bagaimana serta nilai positifnya bagaimana,” jelasnya.

Menurutnya, ketika pihaknya melihat panen kelapa sawit di daerah Gedangan, Dinomulyo dan Sumbermanjing, ternyata hasil panen yang diperoleh tidak sesuai dengan anggaran operasional. Untuk itu, pihaknya meminta hasil kajian dari akademisi kalau hasilnya bagus. Apabila bagus maka pihaknya akan mendorong untuk mengeksekusinya.

Ia menambahkan, menurut rencana di Kabupaten Malang akan di bangun pabrik biofull yang hampir seluruh bahan bakunya dari kelapa sawit.

“Jadi apabila kajian akademisi tidak memungkinkan untuk di lakukan pengembangan perkebunan kelapa sawit di Malang selatan, otomatis pendirian pabrik biofull di Malang selatan juga batal terlaksana, namun apabila pabrik tersebut tetap ingin berdiri di sini dan mendatangkan bahan baku dari luar Malang pihaknya tidak keberatan asalkan keberadaannya bisa mengangkat perekonomian dengan melibatkan tenaga kerja masyarakat sekitar,” pungkasnya.

 

Penulis : Ones/Gus.
Editor    : Agus Dwi Cahyono.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here