Sengketa Pilkada Kalsel, Gerindra Tepis Tudingan KPU Banjar

Banjarmasin, PONTAS.ID – Keterangan saksi perselisihan pemilihan kepala daerah pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Denny Indrayana-Difriadi (H2D) dibantah Komisioner Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banjar, Abdul Muthalib

Abdul Muthalib menuding pemalsuan tanda tangan pada alat bukti yang disampaikan kuasa hukum H2D pada persidangan di Mahkamah Konstitusi beberapa hari lalu tidak sesuai.

Namun bantahan Abdul Muthalib ini kemudian ditepis Sekretaris DPD Gerindra Kalimantan Selatan, Ilhamnor.

“Alat bukti dan saksi sudah sesuai fakta yang ada. Kita tunggu Majelis Hakim memutuskan. Yang jelas tim H2D memberikan keterangan sudah sesuai fakta yang ada,” kata Ilhamnor, di Banjarmasin, Kamis (25/2/2021).

Pernyataan Ilhamnor ini dipertegas tim kuasa hukum H2D, Raziv Barokah, “Semua keterangan saksi dan alat bukti yang kami bawa ke persidangan tidak muncul secara tiba-tiba,” katanya.

“Surat pernyataan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba begitu saja. Indikasi adanya penggelembungan suara di Kabupaten Banjar sangat kuat,” katanya.

Surat Pernyataan Komisioner KPU Banjar mengenai adanya penaikan suara sebanyak 5 ribu untuk Sahbirin-Muhidin dan penurunan 5 ribu untuk pasangan H2D tidak berdiri dan muncul tiba-tiba.

Berdasarkan data tim kuasa hukum H2D, lanjut Raziv, jika ditelisik lebih detail, banyak kesaksian yang memunculkan konstruksi bahwa peristiwa itu benar adanya.

“Kesaksian lain tersebut sebenarnya telah kami sampaikan dalam bukti affidavit saksi. Mengingat MK sangat membatasi jumlah saksi yang dapat diajukan,” pungkasnya.

Penulis: Elsa Pratiwi
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here