OJK: Penerapan Modal Inti Bank Rp3 T Berlaku di 2022

Heru Kristiyana
Heru Kristiyana

Jakarta, PONTAS.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan penerapan modal inti minimum bank umum sebesar Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2022. Pelaksanaan ini tidak akan mundur, meskipun industri perbankan tengah menghadapi tantangan bisnis di tengah pandemi covid-19.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan bank membutuhkan permodalan yang kuat untuk mendukung transformasi digital. Pasalnya, saat ini kebutuhan dan perubahan ekosistem perbankan ke arah digitalisasi sudah terjadi.

“Tidak ada kata mundur, agar bank kita jadi bank yang kuat dan tentunya agar bank bisa melakukan intermediasi dengan baik,” katanya, Senin (15/2/2021)

Karenanya, OJK mendorong perbankan yang tidak bisa memenuhi ketentuan itu untuk segera konsolidasi.

Toh, aturan dimaksudkan untuk keberlangsungan bisnis bank itu sendiri, lantaran nasabah sudah mulai beralih ke perbankan digital.

“Perubahan perilaku nasabah sudah terjadi, kalau tidak bisa melayani nasabah dengan baik, apakah mereka tidak akan ditinggalkan nasabahnya? Lari ke bank-bank besar itu suatu keharusan dan saya merasa tidak boleh ditinjau ulang,” ujar Heru.

Aturan tersebut tertuang dalam peraturan OJK (POJK) Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Regulasi itu terbit pada 16 Maret 2020 lalu, dan berlaku sejak diundangkan pada 17 Maret 2020.

Lihat juga: BSI Ditargetkan Masuk Top 10 Global Islamic Bank Pada 2025

Salah satu ketentuan dalam POJK tersebut adalah kewajiban perbankan memenuhi modal inti minimum Rp1 pada Desember 2020. Lalu, perbankan wajib memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp2 triliun pada 2021.

Sedangkan, ketentuan modal inti minimal menjadi Rp3 triliun yang wajib dipenuhi oleh perbankan paling lambat 31 Desember 2022.

Hingga akhir 2020 lalu, Heru menuturkan semua perbankan telah memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp1 triliun.

“Tahapan kedua jadi Rp2 triliun, kami lakukan simulasi, lakukan pertemuan dengan pemilik bank untuk mencapai ke sana. Tapi saya optimistis, modal inti Rp3 triliun akan terpenuhi pada saatnya,” ucapnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here