MPR Dorong Komitmen Kementan Bantu Petani Sediakan Pupuk

Ilustrasi petani menanam padi di sawah Foto:// Pemkab Tegal

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan mendorong komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) untuk membantu petani Indonesia dalam penyediaan pupuk bersubsidi.

Pasalnya, banyak daerah di Indonesia yang mengeluhkan kelangkaan pupuk bersubsidi pada musim tanam ini.

“Memang benar, terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di beberapa daerah di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh karena munculnya kebijakan Pemerintah untuk melakukan pengurangan kuota pupuk bersubsidi sebesar 50% yang berimbas pada petani, masyarakat kecil, dan UMKM yang bergerak di bidang pertanian,” katanya dalam siaran pers, Kamis (7/1/2021).

Menurut Syarief, kelangkaan pupuk bersubsidi ini harus segera diselesaikan oleh Pemerintah.

“Pertanian adalah lumbung pangan utama Indonesia dan garda terdepan dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia sehingga persoalan ini harus segera diselesaikan.”, ungkap Syarief.

Apalagi, beberapa daerah seperti Karawang, Jawa Barat harusnya menjadi penyanggah utama pupuk di Indonesia juga harus kehabisan stok.

“Ironis memang, Karawang memiliki pabrik pupuk yang berlokasi di Cikampek Karawang tetapi masih kekurangan stok pupuk bersubsidi* untuk pertanian di Karawang,” ungkapnya.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini pun mendorong Pemeeintah untuk mengevaluasi dan memperkuat subsidi pupuk.

“Subsidi pupuk ini menyangkut hajat hidup Rakyat  orang banyak sehingga Pemerintah harus memberikan anggaran dan perhatian lebih agar tidak ada lagi kekurangan stok pupuk di Indonesia,” tegasnya.

Ia menilai, jika Pemerintah tidak segera menambahkan subsidi pupuk maka akan semakin banyak petani menggunakan pupuk non-subsidi.

“Jika petani kecil beralih ke pupuk non-subsidi maka bisa dipastikan keuntungan dari hasil pertanian mereka menjadi semakin kecil karena harus menutupi biaya pupuk yang semakin mahal,”ungkap Syarief.

Syarief Hasan menegaskan, jika masalah ini tidak segera diselesaikan maka akan semakin memberatkan pemulihan ekonomi nasional.

“Jika mereka diberatkan dengan mahalnya dan langkanya pupuk bersubsidi yang membuat petani rugi,dan akan mengganggu ketahanan pangan NKRI dan  hal ini kontraproduktif dengan kebijakan PEN diambil oleh Pemerintah,” ungkapnya.

Politisi Senior Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa ekonomi nasional yang merosot akibat Pandemi Covid-19 dapat dipulihkan lewat penguatan pertanian.

“Data dari BPS RI menunjukkan kontribusi tertinggi adalah sektor pertanian terhadap PDB  mencapai 15%.Jika mereka dibantu, dikuatkan, dan diberi subsidi maka petani dapat berkontribusi dalam memulihkan ekonomi nasional,” tutup Syarief Hasan.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Stevany

Previous articleDPR Prihatian Atas Kericuhan di Kongres AS
Next articlePeresmian Renovasi Istiqlal, Pemkot Jakpus Tertibkan PKL dan PPKS