Soal Kebakaran Kejagung, Komisi III: Jadikan Pembelajaran

Kebakaran Gedung Utama Kejagung RI, (22/08).(Foto/Pontas.id)

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi III DPR mengingatkan soal standar operasional dan prosedur dalam bekerja, berkaca pada kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung yang disebabkan oleh kelalaian para pekerja.

“Kasus ini memberikan pembelajaran bagi kita semua agar di setiap pekerjaan, apapun itu pekerjaannya, harus dan wajib menjalankan standar operasional dan prosedur dalam bekerja,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir, Minggu (25/10/2020).

Terkait kelalaian para pekerja itu, pejabat terkait harus ikut bertanggung jawab, bukan hanya bawahannya saja. Dengan begitu, lanjutnya, semua pihak yang ikut bertanggung jawab harus mendapatkan hukuman yang sama.

“Karena semua yang terkait dan yang mempunyai tanggung jawab, harus merasakan hukuman akibat kelalaian yang mengakibatkan terbakarnya gedung itu,” ujarnya.

Adies juga menyoroti soal penggunaan cairan pembersih di Gedung Kejagung yang tidak memiliki izin edar. Padahal, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran, termasuk untuk pembelian cairan pembersih.

Karenanya, Adies mengimbau kepada seluruh jajaran pemerintahan menggunakan anggaran itu untuk membeli barang-barang dengan kualitas baik.

“Saya harap ada perbaikan di seluruh jajaran pemerintahan, baik itu eksekutif, legislatif dan yudikatif, agar betul-betul cermat dan teliti dalam mengelola anggaran dan memilih semua material kebutuhan di instansinya masing-masing,” tutur Adies.

Lebih lanjut, Adies mengapresiasi kinerja Bareskrim dalam mengungkap kasus kebakaran Gedung Korps Adhyaksa tersebut.

“Ini terbukti dengan 131 orang saksi yang diperiksa serta beberapa kali memeriksa lokasi TKP dengan teliti dan melibatkan ahli-ahli di bidang masing-masing,” imbuh dia.

Bareskrim Polri sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Kejagung.

Mereka terdiri dari kuli bangunan, mandor hingga pejabat pembuat komitmen (PPK) di institusi Kejaksaan Agung dan Direktur Utama PT APM.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal 188 jo 55 dan 56 KUHP dengan ancaman pidana penjara selama lima tahun.

Pihak kepolisian menyatakan kebakaran ini diduga bermula dari bara api dari rokok yang dibuang lima tersangka kuli bangunan di lantai 6 ruang biro kepegawaian ke dalam kantong plastik berisi material yang mudah terbakar.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Hendrik JS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here