Anis ke Alumni Puspa Unair: Pengelolaan Dana Sosial Harus Amanah

Anis Byarwati
Anis Byarwati

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota DPR Fraksi PKS, Anis Byarwati, menjadi narasumber dalam acara Bincang Pagi dengan Alumni yang diselenggarakan oleh Pusat Pengelolaan Dana Sosial Universitas Airlangga (Puspas Unair) Surabaya.

Dalam bincang pagi dengan alumni ini, Anis menyampaikan apresiasi terhadap Puspas Unair yang bekerja mengelola dana sosial yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari dana zakat, infak, sodaqoh dan wakaf (ziswaf) dari para donatur, dana CSR perusahaan, dan donasi dari lembaga-lembaga lain. Dana sosial ini dikelola dan disalurkan dengan prioritas untuk keluarga besar Unair yang membutuhkan.

Menurut Anis, pengelolaan dana sosial yang dilakukan melalui Lembaga ini, patut di contoh oleh universitas-universitas lain di Indonesia.

“Pengelolaan dana sosial melalui Lembaga, tentu lebih baik karena lebih terjamin akuntabilitasnya,” jelas Anis dalam keterangan pers, Jumat (14/8/2020).

Lebih lanjut, ahli ekonomi Islam ini memberikan motivasi mengenai infak di dalam Islam.

“Infak yang dikeluarkan oleh seseorang tidak akan pernah mengurangi kekayaan yang dimilikinya,”ungkapnya.

Oleh karenanya, tidak pernah ada cerita orang yang berinfak kemudian jatuh miskin.

“Dan infak yang dikeluarkan oleh seseorang akan kembali kebaikannya kepada dirinya,” tambahnya.

Orang yang berinfak selalu Allah tambahkan rizkinya. Anis menegaskan bahwa infak bagi seorang muslim seharusnya tidak tergantung dari perintah, tapi hendaknya sudah menjadi karakter dan kebutuhannya sehingga infak tidak mengenal status dan tingkat sosial seseorang. Jika sudah menjadi karakter, ia akan dilakukan oleh orang kaya maupun orang biasa.

Alumni universitas Airlangga ini juga mengingatkan bahwa pengelola dana sosial/infak memiliki tanggung jawab dan amanah yang besar bukan hanya dihadapan para donatur, tapi lebih besar lagi di hadapan Allah swt. Pengelola harus amanah menunaikan titipan yang diberikan sesuai dengan peruntukannya. Mereka harus benar-benar menjaga dan berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan dana sosial tersebut.

Di akhir perbincangan, Puspas Unair memperkenalkan bahwa mereka sedang menggagas berdirinya Griya Khadijah; merupakan tempat tinggal bagi mahasiswi yang memiliki target-target khusus sehingga para mahasiswi tersebut selain meraih ilmu di universitas juga memiliki banyak skill yang dibutuhkan dalam hidupnya. Griya Khadijah memiliki motto “memuliakan wanita dengan berkarya”.

Anis sangat bersyukur dengan kehadiran program yang inovatif ini dan menawarkan kontribusinya untuk kemajuan Griya Khadijah khususnya dan Puspas Unair umumnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here