Jakarta, PONTAS.ID – Indonesia dikenal sebagai penghasil rempah-rempah terbaik di dunia. Salah satu rempah yang memiliki nilai jual tinggi adalah vanili. Produk vanili Indonesia diakui paling berkualitas dibandingkan dari negara lain. Bahkan, kualitasnya mengalahkan negara asal tanaman yaitu Meksiko. Lintasan garis khatulistiwa dengan garis edar matahari yang begitu dekat membuat kualitas vanili Indonesia sangat tinggi. ‘Emas hijau’ begitulah julukan tanaman yang memiliki nama lain panili atau perneli.
Sentra vanili di Indonesia tersebar di berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi, dan Papua. Seiring dengan membaiknya harga vanili di pasar internasional, beberapa tahun terakhir budidaya vanili kembali menggeliat dan mulai berkembang di Magelang, Purwokerto, Banyuwangi, Temanggung, Malang, Jember, Bondowoso hingga pulau Sumatra dan Bali.
Vanili dikenal sebagai bahan pengharum pada bahan makanan dan minuman, bahkan untuk kosmetik dan parfum. Perlu diketahui kualitas vanili ditentukan oleh kadar vanilin. wanginya vanilin akan meningkat apabila buah vanili telah mengalami proses fermentasi (pengolahan). Selain sebagai pengharum, vanili juga bermanfaat untuk kesehatan.
Kementerian Pertanian melalui karantina pertanian Semarang mengekspor vanili sebanyak 1 ton dengan nilai ekonomis 2,17 milyar rupiah tujuan Switzerland. Ekspor ini dilakukan di Kantor Pos yang merupakan wilayah kerja karantina pertanian Semarang. Tentunya vanili ini dapat diterims ke negara tujuan setelah pejabat karantina Semarang memastikan bahwa Si emas hijau bebas dari organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan memenuhi syarat ekspor ke negara tujuan.
Kepala karantina pertanian Semarang, Parlin Robert Sitanggang mengatakan “berdasarkan data IQFAST ekspor vanili sebagai salah satu komoditas unggulan Jawa Tengah mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Ditahun 2019 komoditas sebanyak 3.008,48 kg senilai 3,2 milyar rupiah, sedangkan bulan Januari hingga Juni tahun 2020 ini jumlah vanili yang diekspor melalui kami sudah mencapai 5.780,93 kg dengan nilai 11,9 milyar rupiah”.
Peningkatan tiga kali lipat ini merupakan hasil kerja nyata berbagai program peningkatan yang terus dilakukan. Oleh karenanya pemerintah akan terus mendorong produksi dengan kualitas yang baik guna mendukung program utama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) GRATIEKS dan sesuai arahan Ali Jamil agar karantina mengambil langkah-langkah strategis dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri dan modern.
Penulis: Hartono
Editor: Idul HM




























