Jakarta, PONTAS.ID – Direktur Executive Energy Watch, Mamit Setiawan, mengatakan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Indonesia dengan negara lain tidak bisa dibandingkan. Sebabnya, kondisi geografis Indonesia dengan negara lain sangat jauh berbeda.
“Dilihat dari infrastruktur penyaluran BBM saja sudah beda dan panjang sekali untuk di Indonesia, karena kita adalah negara kepulauan dan semua wilayah terutama yang masuk ke 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) harus tetap mendapatkan BBM,” kata Mamit dalam keterangannya, Selasa (12/5/2020).
Meski begitu, Mamit juga bilang bahwa harga BBM di Indonesia bukan yang paling mahal di ASEAN. Justru, harga BBM di Indonesia termasuk salah satu yang termurah.
Menurutnya, harga BBM di Indonesia lebih murah dibanding Thailand, Filipina dan Singapura berdasarkan data dari globalpetrol.com.
Karenanya, Mamit menyampaikan bahwa kebijakan pemerintah ataupun badan usaha tidak menurunkan harga BBM merupakan langkah yang tepat.
”Harga minyak dunia saya kira akan terus merangkak naik karena sudah banyak negara yang melonggarkan kebijakan terkait dengan Covid-19 ini, sehingga aktivitas kembali berjalan dengan kondisi yang new normal,” ucap Mamit
Mamit lantas menuturkan, seharusnya desakan untuk menurunkan harga BBM bisa berkurang jika melihat kondisi secara objektif.
”Terkait dengan harga BBM saya kira kita harus melihat secara komprehensif terutama untuk Pertamina. Tidak bisa dipisahkan dari sisi hulu, hilir maupun untuk refinery, semua saling kesinambungan,” ujar Mamit.
Selain itu, berdasarkan historisnya Pertamina tidak serta merta menaikkan harga BBM ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan.
“Harga BBM jenis Premium dan Solar tidak pernah mengalami kenaikan sejak tahun 2016. Padahal dalam kurun waktu 2016 sampai 2020 harga minyak dunia pernah menyentuh di level US$ 70-US$ 80 per barrelnya,” tutur Mamit
Penulis: Riana
Editor: Stevanny




























