Pemerintah Diminta Dahulukan Penanganan Covid-19, Agar Kepercayaan Pasar dapat Kembali

Anis Byarwati
Anis Byarwati

Jakarta, PONTAS.ID – Anggota Komisi XI DPR, Anis Byarwati menyampaikan bahwa pelemahan rupiah kali ini, bukan cerminan dari current account, dan bukan juga cerminan dari trade balance.

“Penyebab menurunnya rupiah kali ini, lebih karena tingkat kepercayaan masyarakat dan pelaku pasar yang turun. Tidak hanya kepada pemerintah tetapi juga kepada perekonomian Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Jum’at, (20/3/2020).

Hal ini disampaikan Anis merespon nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang mencapai angka diatas Rp 16.000,00 per dollar.

Lebih lanjut Anis menegaskan, tekanan terhadap rupiah ini sebagai bentuk ketidakpercayaan pelaku pasar pada pemerintah dalam menangani wabah virus Corona (Covid-19).

“Jadi saya melihat tekanan terhadap rupiah ini sebagai bentuk ketidakpercayaan pelaku pasar pada pemerintah dalam menangani wabah virus corona. Akibatnya, mereka berspekulasi sangat terhadap ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Di sisi lain menurut Anis, tanpa terkena wabah covid-19 pun, ekonomi Indonesia diperkirakan hanya tumbuh di bawah 5%. Itu saat corona baru melanda China. Bahkan pernah ada perkiraan, pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini hanya di kisaran 4,3%-4,8%.

Dengan situasi seperti itu, secara alami investor asing di pasar keuangan Indonesia kabur.

“Flight to safety, kabur mencari tempat aman. Begitu asing kabur, pelaku domestik pun ikut-ikutan, sehingga menimbulkan efek spiral,” jelas Anis.

Oleh karena itu, Anis menyarankan sebaiknya Presiden Jokowi harus memutuskan untuk lebih mengutamakan penanganan Covid-19, dibanding dampak ekonominya.

“Indonesia harus ambil prioritas yang benar. Yaitu, cegah wabah corona dulu. Ekonomi menyusul kemudian,” tegas politikus PKS ini.

Selain itu, pemerintah juga harus membuktikan kebijakan yang mendorong kepercayaan dari pelaku usaha.

“Jangan sampai mereka melihat langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah ini dianggap tidak optimal atau penanganan covid 19 ini tidak optimal,” tandasnya,

Penulis: Luki Herdian

Editor: Idul HM

Previous articleFraksi PKS Canangkan Gerakan Bagi Masker dan Disinfektan Gratis di Rumah Ibadah
Next articleDPR Minta Pemerintah Gandeng MUI Keluarkan Aturan Tata Cara Pemulasaraan Jenazah Pasien Corona