Genjot Eksplorasi, Ini Strategi Pertamina EP

ilustrasi Pertamina EP

Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Direktur Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, mengatakan, pihaknya perlu melakukan kegiatan eksplorasi demi menemukan cadangan migas baru.

“Lifetime minyak tinggal 9,7 tahun, gas 7,8 tahun. Artinya kalau kami gak menemukan cadangan baru, maka umur kita produksinya tinggal 9,7 tahun lagi,” jelas Nanang dalam agenda Rapat Dengar Pendapat Umum di DPR, Selasa (4/2).

Nanang melanjutkan, Pertamina EP mencatat, setiap tahunnya perusahaan menorehkan pendapatan rerata USD 3,5 miliar. Namun, laju penurunan terus terjadi pada wilayah kerja Pertamina EP. Nanang mengungkapkan, penurunan secara tajam terjadi sejak 2012 silam yang menembus 26%.

“Bahkan pada 2014 decline rate mencapai 37% dan diperparah kondisi harga minyak yang turun hingga US$ 30 per barel,” tandasnya.

Lebih lanjut, Nanang bilang, untuk kegiatan eksplorasi perusahaan melakukan beberapa upaya. Seperti pada tahun ini, perusahaan akan mengebor 12 sumur eksplorasi.

Namun tidak cukup sampai di situ, perusahaan perlu melakukan penemuan cadangan dengan melakukan survei seismik dan juga menggunakan teknologi di sekitar sumur yang beroperasi saat ini.

“Ada empat strategi yang akan kami pakai untuk bisa meningkatkan eksplorasi,” beber Nanang.

Pertama, perusahaan akan mencoba konsep baru di mature area. Konsep tersebut adalah mencoba pengeboran melalui basis data cadangan yang ada. Lalu, perusahaan juga akan mengebor di area frontier.

“Terutama di sulawesi, datanya juga masih sangat terbatas, kegatan juga sangat terbatas. Optimalisasi yang terbukti, jadi kami lakukan eksplorasi di intrafield,” kata Nanang.

Kedua, perusahaan perlu melakukan evaluasi pengeboran. Pasca pengeboran jika memang ditemukan cadangan terbukti, maka perusahaan akan segera monetize cadangan tersebut.

Ketiga, perusahaan akan meningkatkan succses ratio eksplorasi. Bila biasanya sucses ratio sebesar 10-20 persen, maka perusahaan akan meningkatkan sucsess ratio sebesar 30 persen.

“Dan keempat, memaksimalkan clustering eksplorasi. Melalu portofolio lahan. Lalu kami juga melakukan peninjauan kembali dan penerapan kerja yang sama di eksplorasi,” pungkas Nanang.

Penulis: Riana

Editor: Stevanny

Previous articleAntisipasi Virus Korona, KKP Batasi Impor Produk Tiongkok
Next articleIni Program Kerja ESDM Tahun 2020