
Jakarta, PONTAS.ID – Perusahaan migas asal Jepang, Inpex Corporation beserta mitranya, Shell Upstream Overseas Ltd, telah menandatangani amandemen perpanjangan kontrak bagi hasil atau Production Sharing Contract (PSC) Blok Masela.
Mereka mendapat tambahan perpanjangan kontrak selama 27 tahun di Blok tersebut yang terdiri dari tambahan alokasi waktu tujuh tahun dan 20 tahun perpanjangan untuk proyek yang juga disebut Abadi LNG itu.
Inpex menyebut, proyek ini akan memberi kontribusi signifikan kepada Indonesia serta memberi efek berganda bagi masyarakat di kawasan timur Indonesia. Inpex mengatakan, proyek ini merupakan proyek pengembangan LNG skala besar pertama yang dioperatori oleh Inpex.
“Tahap selanjutnya, Inpex dan Shell akan melanjutkan proses pembuatan Front Engineering Design (FEED),” tulis Inpe, dalam keterangan resminya, Rabu (16/10).
Diketahui, perpanjangan kontrak ditandatangani oleh Inpex dan Shell bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) yang disaksikan langsung oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan di Jakarta pada 11 Oktober lalu.
“Betul (kontrak Inpex-Shell di Blok Masela diperpanjang sampai 2055),” kata Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, saat dikonfirmasi, Rabu (16/10/2019).
Penandatanganan tersebut menandai pelaksanaan pokok-pokok kesepakatan yang merupakan bagian dari persetujuan Rencana Pengembangan Revisi (PoD) Proyek LNG Abadi pada Juli lalu.
Pemerintah berharap, Blok Masela dapat memberikan kontribusi tambahan produksi gas bumi setara 10,5 juta ton per tahun (mtpa). Produksinya terdiri dari 9.5 juta ton LNG per tahun dan gas pipa sebesar 150 mmscfd.
Proyek tersebut diharapkan bisa berproduksi pada 2027. Untuk pengembangan Blok Masela dibutuhkan investasi mencapai 18 miliar dolar AS sampai 20 miliar dolar AS.
Penulis: Riana
Editor: Stevanny


























