Tangerang, PONTAS.ID – Pemerintah Kota Tangerang diminta membentuk tim kecil pasca perseteruan antara Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kumham), Yasonna Laoly dan Wali Kota Tangerang, Arief R. Wismansyah.
Hal ini mengemuka dalam Diskusi Publik dengan tema “Hikmah Perseteruan Kemenkumham vs Wali Kota Tangerang” yang di gelar Forum Wartawan Tangerang (Forwat), di Karawaci, Tangerang, Minggu (21/7/2019).
Hadir sebagai narasumber, Ketua Komisi l DPRD Kota Tangerang, Agus Setiawan, Kabag Humas Pemkot Tangerang, Ahmad Ricky Fauzan, Rektor STISIP Yupentek, Bambang Kurniawan, Pembina LKPI Hasanudin Bije dan Pemerhati Kebijakan Pemkot, Kang Ade Yunus.
Dalam diskusi itu, para narasumber sepakat bahwa persoalan perseteruan antara Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah dan Menkumham, Yasonna Laoly akan selesai. Namun ada langkah langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan inti persoalan tersebut.
“Maka dari itu Pemkot Tangerang diminta agar membentuk tim kecil yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya, akademisi, praktisi, pemerhati pemerintahan, awak media dan lembaga swadaya masyarakat,” kata Bambang Kurniawan.
Menurut Bembang, Wali Kota juga harus mendapat masukan dari pihak luar dan bukan hanya dari unsur birokrasi saja. Ini dibutuhkan sebagai salah satu upaya mencari solusi dalam menyikapi persoalan yang terjadi di Kota Tangerang.
Bambang berharap tim kecil yang melibatkan unsur masyarakat itu, bisa menjadi masukan dan bahan pertimbangan walikota dalam menentukan langkah dan sikap dalam mengambil keputusan stategis demi kepentingan publik.
“Tim tersebut nanti hanya memiliki satu kepentingan yakni, bagaimana Walikota akan lebih bijak dalam menangani persoalan persoalan dan saya sangat yakin Walikota tidak mungkin berjalan sendiri,” ujarnya.
Bambang meyakini dengan adanya tim eksternal itu, nantinya dapat membantu dan meminimalisir persoalan persoalan yang terjadi di Kota Tangerang.
Hal senada disampaikan Ketua Forwat, Andi Lala, menurut dia, Walikota Tangerang juga harus mendapat masukan dan saran dari pihak eksternal, karena dengan cara itu diharapkan kebijakan yang diambil atas nama publik tidak juga menjadi mispersepsi.
“Ya, semua harus dilibatkan, karena persoalan daerah bukan hanya tanggungjawab walikota saja. Tapi kita semua sebagai masyarakat. Ini juga sebagai peran aktif masayarakat dalam upaya mencari solusi,” pungkas Andi yang juga lahir di Kota Tangerang.
Sebelumnya, Menteri Kumham Yasonna Laoly menyindir Wali Kota Tangerang dengan menyebut Arief cari gara-gara terkait lahan Kementerian Hukum dan HAM yang berada di Kota Tangerang.
Hal ini dilontarkan Yasonna, ketika peresmian Perguruan Tinggi Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) di Kota Tangerang. Yasonna mengatakan, meski gedung perguruan tinggi tersebut telah selesai dibangun tapi dalam perjalanannya terkendala perizinan yang dinilai pelik.
“Karena Pak Wali Kota agak kurang ramah dengan Kemenkumham. Wacana kawasan milik Kemenkumham akan dijadikan tata ruang persawahan itu cari gara-gara,” ungkap Yasona.
Sindiran Yasonna itu lalu direspons Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah. “Saya sangat sedih, prihatin. Di satu sisi saya ikut memperjuangkan apa yang menjadi kepentingan pemerintah pusat, tapi di satu sisi saya seolah-olah difitnah,” ujar Wali Kota saat
Menurut dia, justru Pemerintah Kota Tangerang memperjuangkan agar di Kota Tangerang sudah tidak ada plotingan untuk lahan pertanian, termasuk lahan Kemenkumham sebagaimana draft Raperda RTRW yang kita usulkan.
“Yang menetapkan lahan itu menjadi lahan pertanian justru dari Kementerian Pertanian,” sambungnya.
Oleh karena itu, Arief menyatakan dirinya belum bisa mengabulkan apa yang diinginkan Kemenkumham terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) karena masih terkendala landasan-landasan hukum yang belum selesai.
“Jadi mudah-mudahan dengan surat yang saya layangkan, nota keberatan saya, beliau bisa jauh lebih paham seperti apa kondisi ruwetnya urusan administarasi dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan. Saya bicara sebagai seorang Wali Kota yang terus berupaya hanya memikirkan yang terbaik untuk Kota Tangerang,” ucap Arief.
















