Persiapan MTQ ke-52 Molor, Sekda Kota Medan Geram EO Event

Sekda Wirya Alrahman Memimpin Rapat Persiapan MTQ ke-52 Kota Medan

Medan, PONTAS.ID – Pemko Kota Medan menyatakan kecewa dengan Eevent Organizer (EO), organisasi perangkat daerah (OPD) serta camat yang bertanggungjawab dengan pelaksanaan festival Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-52 Tingkat Kota Medan.

Sekda Kota Medan, Wirya Alrahman mewakil Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin mengaku geram dengan molornya persiapan agenda itu. Pasalnya, persiapan yang dilakukan oleh EO belum rampung yang sepenuhnya seperti deadline (tengat waktu) telah diputuskan dalam rapat terakhir di Balai Kota sepekan silam.

Dalam rapat yang juga dipimpin Sekda yang hadir di lokasi MTQ untuk memimpin rapat, persiapan yang dilakukan baru rampung 50% baik itu tenda VIP, panggung utama sekaligus mimbar tilawah untuk tempat digelarnya musabaqah. Selain EO, OPD dan camat juga belum merampungkan stand-stand masing-masing. Padahal pelaksanaan MTQ tinggal menyisakan beberapa hari lagi.

Oleh karenanya Sekda dalam rapat itu dengan tegas menginstruksikan kepada EO, OPD dan camat untuk segera mempercepat penyelesain.

“Saya minta seluruh persiapan yang dilakukan paling lama, Jumat (8/3/19), harus sudah selesai keseluruhannya. Saya tidak mau tahu, manfaatkan waktu yang tersisa untuk mempercepat penyelesaian!” tegas Sekda.

Dengan nada kecewa, Sekda didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Musaddad Nasuiton, Asisten Administrasi Umum Renward Parapat, Asisten Ekonomi, pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Khairul Syahnan beserta sejumlah pimpinan OPD me-review rapat akhir yang telah dilakukan di Balai Kota sepekan lalu.

“Dalam rapat akhir sudah dibagikan uraian tugas masing-masing dan timeline disepakati sepekan sebelum pelaksanaan MTQ, persiapan yang telah dilakukan harus sudah rampung baik itu tenda VIP, panggung utama beserta mimbar tilawah, stand maupun aksesoris pendukung lainnya. Ternyata apa yang kita lihat hari ini, hasilnya mengecewakan!” ungkapnya.

Kemudian Sekda pun minta penjelasaan EO, OPD dan camat terkait belum rampungnya persiapan yang telah dilakukan. Setelah menerima penjelasan, Sekda selanjutnya memberi deadline agar persiapan harus selesai sepenuhnya, Jumat (8/3/2019). Sebab, Sabtu (9/3/19), telah digelar pawai ta’aruf yang akan diikuti ribuan kafilah dari 21 kecamatan di Kota Medan.

“Saya minta Jumat sudah finishing dan tidak ada lagi yang bekerja. Walaupun pengerjaannya cepat namun saya minta hasilnya tetap baik dan memuaskan. Sebab, Bapak Wali Kota ingin pelaksanaan MTQ di Medan Marelan tahun ini merupakan yang terbaik dari pelaksanaan MTQ sebelumnya,” tandasnya.

Baik EO, OPD maupun camat pun menyatakan kesiapan dan kesanggupan untuk mematuhi deadline yang diberikan Sekda tersebut. Selanjutnya Sekda kembali melanjutkan rapat, masalah parkir menjadi sorotannya. Selain akan memicu terganggunya kelancaran arus lalu lintas, mantan Kepala Bappeda Kota Medan itu juga tidak mau parkir nantinya memberatkan para pengunjung yang datang menyaksikan pelaksanaan MTQ.

Oleh karenanya Sekda menginstruksikan agar Dinas Perhubungan (Dishub) agar mengelola parkir dengan sebaik-baiknya. “Jangan sampai parkir kenderaan memicu terjadinya crowded arus lalu lintas. Sudah itu tetapkan tarif parkir baik untuk kenderaan bermotor roda dua maupun empat. Pasang banner tarif parkir di lokasi-lokasi parkir yang telah ditetapkan sehingga petugas parkir tidak sesukanya mengutip tarif parkir dari pengunjung,” ungkapnya.

Selanjutnya, Sekda pun minta selama sepekan pelaksanaan MTQ (9-16 Maret) agar kebersihan di lokasi acara tetap terjaga dengan baik. Untuk itu Sekda minta kepada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) untuk menurunkan petugas kebersihan yang disesuaikan dengan luasnya lokasi acara. Di samping itu menyediakan tempat-tempat sampah di sejumlah titik sehingga pengunjung tidak buang sampah sembarangan.

Penulis: Ayub

Editor: Luki Herdian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here