Publik Diminta Hormati Putusan Hakim Kasus Meiliana

Jubir KY Farid Wadji (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi Yudisial (KY) mengimbau semua pihak untuk menghormati seluruh proses dan putusan hakim kasus dugaan penistaan agama oleh Meiliana.

“Seluruh materi dalam persidangan merupakan otoritas hakim untuk dapat memeriksa, mengadili, dan memutusnya,” kata Juru Bicara KY Farid Wajdi, Sabtu (25/8/2018).

Farid mengatakan hal tersebut merespon vonis hakim atas kasus Meiliana di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara.

KY juga meminta kepada seluruh pihak yang merasa keberatan dengan putusan tersebut untuk menggunakan upaya hukum.

“Semua pihak selayaknya bersikap proporsional dalam memandang hasil putusan pengadilan, tidak terlalu berprasangka terhadap majelis, percayalah kepada sistem peradilan kita,” ujar Farid.

Farid berharap, meskipun wewenang memeriksa, mengadili dan memutus perkara merupakan hak mutlak dan independensi hakim, tapi seharusnya hal tersebut tidak diartikan bahwa hakim harus kedap atau buta terhadap rasa keadilan di masyarakat.

“KY juga terus berupaya untuk tetap objektif terkait kasus ini, namun perlu ditegaskan KY tidak akan masuk dalam ranah teknis yudisial menyangkut pertimbangan yuridis dan substansi putusan hakim,” tutur Farid.

Mengenai advokasi hakim, KY juga meminta kepada semua pihak agar tidak mengintervensi hakim maupun pengadilan dengan merendahkan kehormatan dan keluhuran hakim.

Majelis Hakim PN Medan menjatuhkan vonis berupa 18 bulan penjara kepada Meiliana, yang mengeluhkan volume pengeras suara masjid yang dianggapnya terlalu keras. Meiliana didakwa dengan tuduhan penistaan agama

Previous articlePB HMI Apresiasi Kinerja KPK Jadikan Idrus Marham Tersangka
Next articleSiang Ini Ahoker Kotak-kotak Deklarasi Dukung Jokowi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here