Jakarta, PONTAS.ID – Memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Semarang, Jawa Tengah. Aktris dan aktivis Nadine hadir dalam peringatan HPSN 2018 yang diprakarsai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang. Nadine sebagai aktivis lingkungan hidup, sekaligus Putri Indonesia 2005, mengajak masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah mulai dari hal-hal yang bersifat sederhana.
“Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah sebenarnya bisa dimulai dari hal sederhana,” kata Nadine, Jakarta, Senin, (26/2/18).
Dia melakukan aksi patroli dan bersih-bersih sampah di Lapangan Simpang Lima Semarang. Aksi bersih-bersih sampah di kawasan car free day juga turut melibatkan sejumlah komunitas lingkungan dan pelajar. Perempuan kelahiran Hannover, Jerman, 8 Mei 1984 itu mencontohkan hal sederhana yang dimaksud seperti membawa tas sendiri sehingga tidak menggunakan kantong plastik. Tas itu biasa disebut dengan reusable bag atau tas yang dapat digunakan lagi saat berbelanja.
“Biasakan juga untuk tidak melipat gandakan penggunaan plastik. Biasanya, tas kresek kan dipakai rangkap 3-4 agar tidak robek. Sudah, dipakai satu saja,” ujarnya.
Nadine menambahkan, menata diri untuk tidak menggunakan sesuatu yang terbuat dari plastik, seperti tidak menggunakan sedotan, juga alat-alat yang terbuat dari plastik, misalnya tong sampah plastik.
“Tidak menggunakan botol-botol plastik juga. Apa yang bisa dilakukan dalam sehari, misalnya tiga hal saja untuk mengurangi tumpukan sampah sudah bagus,” tambahnya.
Mengelola
Terkait dengan peringatan HPSN 2018, Nadine mengingatkan untuk memaknainya dengan peningkatan kesadaran sebagai manusia untuk mengurangi sampah dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.
“Sampah milik kita dan kitalah yang harus menjaga dan mengelolanya. Seperti menjaga rumah kita agar tetap bersih dari efek penumpukan sampah. Pengingatan dan penyadaran diri sendiri,” katanya.
Sistem pengelolaan sampah secara baik di Indonesia selama ini masih kurang dan Indonesia masih menjadi negara peringkat kedua penghasil sampah terbesar di dunia.
“Indonesia masih menempati peringkat kedua tertinggi penghasil sampah. Mestinya, peringkat pertama dan kedua untuk ajang-ajang yang lain saja. Jangan untuk penghasil sampah,” harapnya.
Oleh karena itu, ia mengharapkan masyarakat semakin sadar dengan pengelolaan sampah, termasuk pemerintah-pemerintah daerah dalam mengelola sampah, seperti Kota Semarang yang sudah cukup bagus. “Semarang adalah salah satu kota yang bersih dan peduli sampahnya sendiri. Patut menjadi contoh. Yang jelas, hal sederhana bisa jadi besar buat bumi kita,” kata Nadine.















