Jakarta, PONTAS.ID – Ambruknya tiang girder Tol Bekasi Cawang Kampung Melayu (Becakayu) adalah kejadian kedelapan ambruknya proyek infrastruktur dalam kurun waktu lima bulan terakhir. Sejumlah kejadian sebelumnya juga mengakibatkan korban baik luka maupun korban jiwa.
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengkritik percepatan pembangunan proyek infrastruktur yang sedang dijalankan oleh pemerintah saat ini. Dasar dari kritik tersebut karena banyak kecelakaan kerja dalam proyek infrastruktur tersebut.
“Pembangunan proyek infrastruktur tampaknya dikerjakan seperti sopir angkot mengejar setoran. Yang penting pekerjaan selesai, tanpa mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpangnya,” kata Tulus Abadi selaku pengurus Harian YLKI, Jakarta, Selasa, (20/2/18).
Terakhir, Tulus menyoroti soal ambruknya tiang girder Tol Becakayu yang mengakibatkan beberapa orang terluka. Kecelakaan konstruksi sebagian terbukti karena kegagalan konstruksi (construction failure). Ini membuktikan proyek konstruksi tersebut tidak direncanakan dengan matang dan atau pengawasan yang ketat dan konsisten.
Atas kejadian itu, YLKI mengkritik keras dan mendesak pemerintah untuk membentuk tim investigasi independen dengan tugas utama melakukan engineering forensic untuk menyimpulkan apakah yang terjadi merupakan kegagalan dalam perencanaan konstruksi, kegagalan dalam pelaksanaan konstruksi, atau kegagalan dalam pengawasan konstruksi.
Tim investigasi dimaksud sangat urgent khusus untuk mengaudit ulang terhadap proyek infrastruktur yang sedang berjalan. “Jangan sampai proyek infrastruktur tersebut mengalami kegagalan konstruksi berulang saat digunakan konsumen. Kita bisa bayangkan, korban massal akan terjadi jika kecelakaan konstruksi tersebut terjadi saat digunakan konsumen,” ujarnya.
















