Jakarta, PONTAS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, kekayaan sumber daya alam (SDA) tidak bisa menjamin kesuksesan sebuah bangsa. Ia mencontohkan, banyak negara yang maju yang justru alamnya keras dan tidak subur yang tidak punya tambang, minyak, maupun gas.
“Bahkan, sumber daya alam yang melimpah seringkali justru memanjakan dan membuat kita malas, melemahkan daya juang, membuat kita lengah dan tidak mendorong kita semuanya untuk berinovasi dan berkreativitas,” kata Presiden Jokowi, Jakarta, Kamis, (8/2/18).
Menurut Presiden, pada intinya yang memajukan sebuah negara adalah sumber daya manusia (SDM)-nya, dan ini berada pada tanggung jawab yang besar sekali di pundak para peserta Rembuk Nasional.
Di sinilah, lanjut Presiden, posisi penting pendidikan yang membangun watak Pancasila yang mengutamakan kepentingan bersama dan solidaritas sosial, yang mengajarkan kejujuran, kebersamaan, kesantunan, serta nilai-nilai dan budi pekerti pada anak-anak.
“Di sinilah posisi pentingnya pendidikan. Pendidikan yang mengajarkan daya juang, pendidikan yang membangun watak pembelajar, pendidikan yang selalu memberikan pengajaran belajar tanpa menunggu digurui, yang selalu berinovasi tanpa menunggu diajari,” sambung Presiden seraya menambahkan, itulah modal kita sebagai bangsa besar yang mampu memecahkan masalah di masyarakat dan sekaligus mampu memenangkan kompetisi global nantinya.
Pemerintah, menurut Presiden, berusaha keras sekuat tenaga untuk meningkatkan pelayanan pendidikan, baik di pusat, provinsi, kabupaten, dan kota. Ia menunjuk program Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang berusaha menjamin akses pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu.
Dukungan anggaran dari pusat ke daerah, lanjut Presiden, juga terus ditingkatkan dan tentu saja upaya untuk meningkatkan kualitas guru dan infrastruktur pendidikan.
Namun Presiden Jokowi mengajak semuanya untuk tidak terjebak pada rutinitas. “Sudah bertahun-tahun kita berjalan rutin tanpa ada sebuah pembaruan, tanpa ada sebuah inovasi besar di dalam dunia pendidikan dan kebudayaan,” ujarnya.
Harus Mampu Bersaing
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi menyampaikan rasa bangganya karena pelajar-pelajar Indonesia yang mampu bersaing dalam ajang kompetisi nasional maupun internasional meskipun mereka berasal dari daerah yang tidak maju.
“Bukan dari Jakarta atau bukan dari Bandung misalnya Made Radikia Prasanta dan Bagus Putu Satria Suarima, siswa SMK Negeri di Provinsi Bali dari keluarga sederhana, yang meraih penghargaan khusus dari American Meteorological Society tentang alat prediksi cuaca. Saya kira prestasi-prestasi seperti ini memang harus dimunculkan dan diangkat agar anak-anak kita juga terpacu, termotivasi untuk mengikuti teman-temannya yang memiliki prestasi yang tadi saya sampaikan,” ucap Presiden.
















