Pemprov DKI Percepat Pembangunan Flyover

Flyover dan Underpass DKI Jakarta, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Infrastruktur yang ada di Ibukota Jakarta memang mengejar target, agar pemerintah mengoptimalkan seluruh saran pembangunan jalan dan moda transportasi yang memudahkan masyarakat agar tercipta dengan baik untuk digunakan. Proyek pembangunan jalan tak sebidang dalam kegiatan anggaran 2017 molor hingga Februari-Maret 2018 dari seharusnya akhir tahun lalu. Pengerjaan siang malam pun menjadi langkah antisipasi Pemprov DKI untuk mempercepat pembangunan flyover dan underpass itu.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tidak Sebidang, Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna mengatakan, enam pembangunan jalan tak sebidang berupa tiga flyover dan tiga underpass yang masuk dalam kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017, meleset dari target penyelesaian akhir tahun lalu.

Hingga saat ini, kata Hananto, baru Flyover Pancoran yang sudah difungsikan pada 15 Januari lalu. Sementara Flyover Cipinang Lontar dan Flyover Bintaro diperkirakan baru selesai dikerjakan pada Februari mendatang. Termasuk Underpass Kartini yang diperkirakan baru selesai Fabruari. Adapun untuk Underpass Matraman direncanakan selesai Maret. Sedangkan Underpass Mampang direncanakan selesai pada April mendatang.

“Mohon bersabar pada masyarakat. Kami berupaya untuk mempercepat pekerjaan di lapangan sehingga flyover dan underpass yang sedang kita bangun bisa segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak,” kata Hananto selaku Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tidak Sebidang, Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Jakarta, Senin, (29/1/10.

Hananto menyebutkan, molornya enam pembangunan jalan tak sebidang itu dari target 2017 disebabkan cuaca dan traffic lalu lintas di sekitar kawasan proyek yang padat. Namun, hal itu sudah diperhitungkan dari awal sehingga sudah ada langkah antisipatif. Di antaranya pekerjaan dikebut siang malam sebagai upaya percepatan pengerjaan.

Selain itu, lanjut Hananto, pengerjaan juga terkendala utilitas diluar perkiraan, khususnya dalam pembangunan underpass. Misalnya, utilitas pipa PDAM di Underpass Kartini dan utilitas pipa kuno buatan kolonial Belanda serta kabel PLN tegangan tinggi berkekuatan 150 KV di Underpass Matraman.

“Tetap kami upayakan percepatan-percepatan di lapangan untuk capai target. Kami lakukan galian open cut untuk menggeser pipa dan kabel PLN tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti Nirwono Joga tidak terlalu heran dengan molornya pembangunan tak sebidang dalam anggaran 2017 itu. Sebab proses perencanaan hingga pelelangan sebelum kegiatan pelaksanaan, terlalu berlarut-larut.

Nirwono mendorong agar Pemprov DKI bersama DPRD dan segera melakukan lelang fisik pada awal tahun, sehingga tidak ada alasan bagi siapapun tentnag waktu yang tersedia tidak cukup. “Kendala cuaca, utilitas ataupun sebagainya itu bisa diatasi apabila proses administrasi yang membuat tertunda pelelangan diselesekan di awal tahun. Terpenting perencanaannya harus matang,” ujarnya.

Previous articleEmil Dardak Ajak Generasi Milenial Tak Apatis Terhadap Politik
Next articleHasil Liga Italia, Gol Kontroversial Hadirkan Kemenangan AC Milan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here