Proyek Pemerintah Laba Relatif Menggembirakan

BUMN Konstruksi

Jakarta, PONTAS.ID – Kinerja perusahaan-perusahan konstruksi pada 2018 sepertinya akan positif karena sejumlah pengerjaan proyek-proyek pemerintah akan terus berlanjut. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengerjakan proyek-proyek pemerintah tersebut, sudah menyampaikan estimasi pertumbuhan laba bersih relatif menggembirakan.

Kementerian BUMN mencatat kinerja keuangan BUMN Konstruksi dan Tol dari sisi pendapatan, EBITDA, dan Laba selama kurum waktu lima tahun (2013 – 2017) terakhir mengalami peningkatan. Dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR), yaitu pendapatan sebesar 23,0 persen dari semula Rp 62,34 triliun menjadi Rp 175,76 triliun.

Berdasarkan laporan dari Kementerian BUMN, pendapatan usaha 11 perusahaan pelat merah bidang konstruksi dan tol tercatat Rp175,76 triliun sepanjang 2017, dari posisi 2016 yang hanya Rp100,77 triliun. Secara tahun jamak (compound annual growth rate/ CAGR) selama 5 tahun, pendapatan usaha ini mencatat 23 persen pertumbuhan.

Sedangkan EBITDA sebesar 23,3 persen dari semula Rp 8,54 triliun menjadi Rp 24,33 triliun. Dan laba sebesar 30,6 persen dari semula Rp 2,95 triliun menjadi Rp 11 24 triliun.”Meningkat terus,” kata Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Ahmad Bambang, Jakarta, Selasa, (23/1/18).

Ia memaparkan, kinerja operasional BUMN Konstruksi memperoleh kontrak baru sebesar 23,2 persen dari semula Rp 70,44 triliun menjadi Rp 199,87 triliun. Sedangkan pada kontrak dihadapi (kontrak lama dan kontrak baru) sebesar 26,6 persen dari semula Rp 125,08 triliun menjadi Rp 406,15 triliun.

Sedangkan konstribusi BUMN Konstruksi dan Tol kepada negara dalam bentuk deviden dan pajak mengalami sebesar 16 persen dari semula Rp 995 miliar menjadi Rp 2,08 triliun. Dan Pada pajak sebesar 39 persen dari semula Rp 1,94 triliun menjadi 10,33 triliun.

Untuk kinerja capex sebesar 23 persen dari semula Rp 6,84 triliun menjadi Rp 114,71 triliun. Pada Opex sebesar 9,9 persen dari semula Rp 5,65 triliun menjadi Rp 9,07 triliun. Sementara itu, total hutang BUMN Konstruksi dan Tol pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp 156,99 triliun, dengan debt to equity ratio yang masih terkendali.

Ia menegaskan, untul skema pengembalian atas pinjaman bakal dilaksanakan melalui penerimaan kas dan aktivitas operasi untuk jangka pendek, sedangkan untuk jangka panjang akan ditutup dari pengebalian investasi atau refinancing pembiayaan yang lebih kompetitif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here