Kubu Ambhara Minta Bukti Keabsahan Munaslub Hanura

I Gede Pasek Wakil Ketua Umum Hanura kubu Oesman Sapta Odang, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Pertikaian di dalam internal Partai hanura masih melempar argumen diantara kedua kubu. Pemecatan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang atau OSO oleh sejumlah kader yang berseberangan, dinilai ilegal.

Wakil Ketua Umum Partai Hanura Gede Pasek Suardika mengatakan bahwa pemberhentian maupun pengangkatan posisi ketua umum sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Aturan partai tersebut pun menghendaki pemecatan melalui musyawarah nasional luar biasa. Wakil Ketua Umum Hanura kubu Oesman Sapta Odang (OSO), I Gede Pasek Suardika meminta kubu Ambhara untuk membuktikan keabsahan peserta yang hadiri di Munaslub pemilihan Marsekal Madya TNI (Purn) Daryatmo sebagai Ketua Umum baru Hanura.

“Kalau DPP Hanura yang sah secara hukum dan negara adalah kepengurusan Pak OSO.Siapa ya mewakili 27 DPD tersebut?. Karena 19 ketua DPD dan 5 Plt DPD Hanura bersama kami disini,” kata Pasek selaku Wakil Ketua Umum Hanura kubu Oesman Sapta Odang, Jakarta, Kamis, (18/1/18).

Pasek meminta kubu Ambhara membuktikan jika Munaslub tersebut dihadiri 27 DPD dengan 418 DPDC seluruh Indonesia. Ia pun mempertanyakan kebenenaran 27 DPD yang hadir di acara Munaslub kubu Ambhara untuk membuktikan. Jika ternyata ada nama dan tandatangan dipalsukan, maka akan bisa dilakukan pembuktiannya. Selain itu, kata dia, syarat dilaksanakan Munaslub harus sesuai dengan AD/ ART partai dengan mensyaratkan 2/3 DPD dapat menggelar Munaslub.

“Pertanyaan sederhana, beranikah membuka nama-nama tersebut dan tandatangan kehadiran di acara tersebut?. Silakan dicek saja. Kalau ternyata nama dan tandatangan dipalsukan, maka bisa dilakukan upaya pembuktiannya nanti. Padahal syaratnya 2/3 DPD dan 2/3 DPC untuk mengusulkan Munaslub. Karena Munaslub dilakukan dengan mereka yang tidak punya legal standing, maka tentu menjadi tidak penting untuk ditanggapi terlalu serius,” ujarnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here