Terminal Merak dan Tirtonadi Prioritas Kemenhub

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Pernyataan ini mengemuka menanggapi rencana pemanfaatan aset lahan Terminal Terpadu Merak (TTM) dan dua Jembatan Timbang yakni Watudodol serta Cekik. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengajak kepada pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan barang milik negara (BMN) melalui Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

“KSP Terminal Merak (Banten) dan Tirtonadi (Solo) menjadi prioritas Kementerian Perhubungan tahun ini,” jelas Dirjen Budi dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/1/18).

Diakui Dirjen Budi, pihaknya memeroleh laporan bahwa status aset TTM hingga saat ini masih terkendala pemecahan sertifikatnya. Untuk itu, pihaknya meminta Pemda Cilegon agar dapat membantu untuk mempercepat proses dimaksud.

“Hal itu harus segera dilaksanakan karena rencana KSP belum bisa diproses apabila status aset belum jelas,” ungkap Dirjen Budi.

Terhadap perusahaan BUMN yang akan melaksanakan KSP, Dirjen Budi meminta agar membuat usulan/proposal pemanfaatan TTM , Watudodol, dan Cekik tersebut.

“Kami juga akan segera melakukan kunjungan ke Cilegon untuk berkoordinasi dengan Pemda Cilegon dan BPN untuk melakukan pengukuran ulang lahan-lahan dimaksud,” tuturnya.

Hal ini harus dilakukan karena, ditambahkan Dirjen Budi, sebelum persyaratan administrasi pengajuan KSP dilengkapi maka Direktorat Jenderal Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi DJKN Kementerian Keuangan tidak dapat mengeluarkan izin KSP untuk TTM dan lokasi lainnya.

Dengan adanya KSP, nantinya sesuai pasal 404 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, akan ada serah terima personel, pendanaan, sarana prasarana serta dokumen terkait.

“Diharapkan dengan dimulainya nanti kerja sama ini maka akan lebih mengoptimalkan pelayanan pada penumpang dan meningkatkan serta mengembangkan prasarana yang ada,” ujar Dirjen Budi.

Diperkirakan KSP akan dilaksanakan penandatanganannya pada kuartal pertama tahun 2018. Saat ini seluruh dokumen dan administrasi terkait tengah dipersiapkan untuk mendukung terlaksananya KSP.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here