Menkeu Genjot Infrastuktur Indonesia

Sri Mulyani Menteri Keuangan, (Foto:Ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Sejak era Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), pemerintahan kabinet kerja menggenjot pembangunan infrastruktur mulai dari dasar hingga infrastruktur berat seperti jalan, bendungan, jembatan, irigasi, bandara, hingga pelabuhan. Tujuannya, agar seluruh masyarakat Indonesia saling terhubung satu sama lain baik antar daerah maupun antar provinsi.

Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pembiayaan infrastruktur sama sekali tidak membebani keuangan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal itu dikarenakan perusahaan pelat merah yang turut serta membiayai mempunyai risiko keuangan yang sehat.

“Sehingga saat mereka melakukan pembangunan, apakah membangun tol, pelabuhan, bandara, dan lain sebagainya itu tetap dipastikan berjalan lancar. Kalau neraca keuangan BUMN tidak sehat, pemerintah akan melakukan suntikan modal atau subsidi,” kata Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan, Jakarta, Rabu, (10/1/18).

Indonesia, kata Ani, biasa ia disapa, merupakan negara yang sangat transparan dalam pelaporan termasuk laporan suntikan modal ke BUMN. Kondisi ini sejalan dengan keinginan pemerintah agar BUMN bisa tetap tumbuh dan memberikan efek positif terhadap masyarakat.

“BPK menyatakan transparan dalam laporan tersebut dan dunia juga mengakuinya. Maka meskipun kita giat belanja infrastruktur yang menurut masyarakat awam anggaran besar, tapi dari sisi fiskal sangat terjaga,” ujarnya.

Ia pun menambahkan, pemerintah pun terus mendorong jajaran direksi BUMN guna meningkatkan profesionalitas, integritas, dan tata kelola keuangan yang baik. Tak hanya itu, tambahnya, jajaran direksi perlu menghindari perbuatan korupsi. Menkeu menyambut baik wacana komite pengawasan infrastruktur karena hal itu dapat mengawal kualitas infrastruktur dan keselamatan masyarakat. “Kita tidak ingin keselamatan itu dikesampingkan. Termasuk pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada seluruh jajaran BUMN supaya menghindari tindak pidana korupsi. Ini tantangan bagus dan pemerintah terus menggiatkan sektor keselamatan infrastruktur dengan melibatkan peran serta masyarakat,” tutupnya.

Previous articleSilang Pendapat di Kabinet, Jokowi Bisa Dituduh Gagal Kelola Kabinet
Next articleSore Ini, KPK Akan Umumkan Penetapan Status Tersangka Fredrich Yunadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here