Mitos saat Mendaki di Enam Gunung Indonesia

Gunung Merbabu

Jakarta, PONTAS.ID – Mendaki gunung itu bukan sebatas bagaimana perjuangan kita untuk mencapai puncak. Naik gunung itu juga bukan semata perkara menikmati sunrise dan sunset, cekrak-cekrek foto untuk kebutuhan narsis di media sosial. Ada sensasi dan kepuasan lebih yang tak bisa dinilai apapun, termasuk mitos-mitos yang ada di setiap pendakian.

Jalur pendakian biasanya dipilih medan yang mudah dengan jalur tidak terlalu curam. Kadang ada satu jalur yang akan melewati punggung suatu bukit dengan kondisi yang agak datar. Daerah seperti ini biasanya akan dilewati dan sekaligus dipilih untuk tempat peristirahatan sementara.

Daerah punggung bukit inilah yang secara alami menjadi lokasi pasar setan yang misterius. Punggung bukit berupa bentangan menyerupai lapangan yang relatif datar. Karakteristik lain yang menjadi ciri keberadaan pasar setan adalah daerah ini sudah tidak memiliki banyak pepohonan tinggi dan berbatang besar. Pada daerah ini hanya tinggal semak-semak perdu dengan ketinggian kurang dari dua meter. Wajar bila keberadaan pasar setan menjadi terkenal, hampir setiap pendaki melewati daerah ini. Khususnya saat perjalanan pendakian malam hari.

Merbabu, Pasar setan di Gunung Merbabu terletak di tempat sebelum puncak Kentheng Songo. Memang tempatnya luas dan datar, namun di bagian utara dan selatannya terdapat jurang yang dalam, konon di sinilah letak pasar setan itu berada

Pasar Bubrah Merapi, Penduduk sekitar gunung Merapi yakin bahwa puncak Merapi adalah istana mahluk halus. Bahkan konon, Panembahan Senopati sang pendiri Kerajaan Mataram berhasil mengalahkan Kerajaan Pajang karena dibantu oleh penguasa Gunung Merapi. Lokasi pasar setan yang sangat terkenal yaitu Pasar Bubrah

Gunung Argopuro, Julukan ini yang diberikan oleh penduduk karena pada siang hari terdengar suara berisik layaknya sebuah pasar. Tepatnya di antara Cikasur menuju Cisentor dan Rawa Embek, sebuah tempat mendekati puncak Rengganis. Anehnya bila didekati suara pasar itu akan menghilang

Gunung Sumbing, Pasar Setan di Gunung Sumbing terdapat diatas bukit sekitar 2 jam perjalanan melewati tanjakan terjal sebelum pos Pasar Watu dan dikenal dengan nama Peken Setan (Pestan) . Kawasan pestan ini banyak di tumbuhi rerumputan dan jarang sekali terdapat pepohonan yang tinggi

Gunung Lawu, Tepatnya berada di dekat pos lima yang biasa ditempuh pendaki melalui jalur Cemoro Kandang, rute ini di percaya sebagai jalur perlintasan ke Alam Gaib
Jika kamu mendengar suara, “bade tumbas nopo dek?” (mau beli apa dik?), maka kita wajib membuang apapun yang ada di sekitar kita misalnya daun

Gunung Arjuna, Di sekitar ketinggian 2600 mdpl ada sebuah sabana yang terhampar luas penuh dengan rerumputan, di yakini sebagai letak pasar setan berada. bahkan dulu ceritanya ada pendaki yang membeli jaket di pasar setan Arjuna, dan mengalami kejadian aneh beberapa hari setelah pendakian.

Previous articleDPR Dorong BNN Tes Urine Para Artis
Next articleAntrean Tiket Piala Presiden 2018 Membludak di SUGBK