Jakarta, PONTAS.ID – Jenderal Tito Karnavian diberhentikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dari jabatan Kapolri dan digantikan sementara oleh Wakapolri Komjen Ari Dono. Kompolnas pun mendorong agar Jokowi segera menunjuk pengganti Tito yang bersifat definitif.
“Pak Tito ditunjuk Presiden untuk membantu beliau di kabinet. Oleh karena itu, Pak Tito harus mengundurkan diri, baik sebagai Kapolri maupun sebagai anggota Polri. Sebaiknya memang perlu ada Kapolri definitif agar tidak kosong pimpinan,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti di Jakarta, Rabu (23/10/2019).
Poengky berharap sosok Kapolri definitif yang ditunjuk Jokowi berasal dari angkatan di bawah Tito. Untuk diketahui, Tito lulus dari Akabri pada 1987 atau istilahnya leting ’87.
“Presiden akan memilih Kapolri definitif setelah Kompolnas memberikan pertimbangan kepada Presiden tentang nama-nama calon Kapolri yang berasal dari perwira tinggi Polri senior. Kompolnas telah memberikan pertimbangan kepada Presiden, dan Presiden segera memilih nama untuk diangkat menjadi Kapolri baru. Saya berharap, untuk menjamin roda perpuratan regenerasi dalam tubuh Polri, pengganti Kapolri Pak Tito, untuk yang definitif nantinya tidak dari angkatan 1987,” ujar Poengky.
Poengky menjelaskan, setelah Jokowi menunjuk sosok yang akan menggantikan Tito secara definitif, nama tersebut akan dibawa ke DPR untuk diuji kelayakan atau fit and proper test.
“Seharusnya dari yang lebih muda dari 1987, karena Pak Tito kan angkatan 1987,” imbuh Poengky.
Fit and Proper Test
Sebelumnya, DPR sebagai mitra kerja dari Polri khususnya di Komisi III sudah meminta agar segera di gelar fit and proper test untuk mengisi kekosongan Kapolri pasca ditinggal Tito Karnavian.
“Saya berharap agar pengganti Tito Karnavian segera dicarikan figurnya dan menyerahkan untuk segera di lakukan fit and proper tes oleh kami di DPR,” kata Anggota Komisi III DPR, Hillary Brigitta Lasut di gedung DPR, Selasa (22/10/2019).
Menurut politisi NasDem ini menilai, posisi Kapolri sangat lah strategis karena menyangkut dengan sisi keamanan dan ketertiban ada di Indonesia.
“Karena kapolri adalah figur sentral dari proses pengamanan dan penegakan hukum makanya harus segera dicari penggantinya,” tegas Hillary.
Karier Jenderal Tito Karnavian memang sangat moncer. Diprediksi akan dipilih menjadi Mendagri di Kabinet Kerja Joko Widodo jilid II, Tito sudah berhenti sebagai Kapolri meski masih 3 tahun lagi pensiun dari Polri.
Tito diangkat sebagai Kapolri pada 2016 melompati banyak seniornya. Lulusan Akademisi Kepolisian pada 1987 itu dipilih sebagai Kapolri jauh dari masa pensiunnya, yakni 6 tahun. Tito akan Pensiun pada 26 Oktober 2022.
Sekedar informasi, Tito Karnavian memenuhi panggilan Jokowi ke Istana Negara Senin (21/10/2019).
Tito datang dengan mengenakan seragam Polri lengkap dengan sejumlah jajarannya.
Sementara itu, Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah menerima surat dari Presiden Jokowi yang salah satunya berisi permintaan persetujuan untuk pemberhentian Kapolri Jenderal Tito Karnavian siang ini.
“Tiga, nomor R51 tanggal 21 Oktober 2019. Hal: permintaan persetujuan pemberhentian Kapolri,” kata Puan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat.
Penulis: Luki Herdian
Editor: Hendrik JS




























