Jakarta, PONTAS.ID –
“One cannot think well, love well and sleep well if one has not dined well.” — Virginia Woolf
Sepertinya kutipan di atas benar, apapun tidak enak dilakukan jika belum makan apa-apa. Dan seperti kata Aruna, rasa dari hidangan suatu makanan bisa berdampak pada suasanya. Dan mungkin itu dirasakan banyak orang ketika menyadari film terbaru Indonesia berjudul “Aruna dan Lidahnya” yang diangkat dari buku karya Laksmi Pamuntjak.
Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Oka Antara, dan Hannah Al-Rasyid. Dengan akting yang natural dan sangat cocok dengan karakter masing-masing, keempatnya menjadi daya tarik inti film ini.
Aruna (Dian Sastrowardoyo) yang memiliki seorang teman berprofesi koki bernama Bono (Nicholas Saputra) memiliki ketertarikan mendalam pada dunia kuliner. Mereka merencanakan cuti pekerjaan untuk berwisata kuliner.
Namun, penugasan investigasi dari tempat Aruna bekerja menjadi keberuntungan dibalik cerita antara Aruna dan Bono. Mereka pun berangkat ke dua tempat yaitu Surabaya dan Kalimantan, Bono sendiri mengajak perempuan Indonesia berdarah Inggris bernama Nadezhda (Hannah Al-Rasyid) untuk bergabung dengan mereka, dan pertemuan tanpa disengaja antara Aruna dan Farish (Oka Antara) memunculkan fakta baru perasaan keduanya seiring perjalanan penugasan Investigasi dan wisata Kuliner.
Film yang berdurasi 106 menit dan di sutradarai Edwin ini akan mengantarkan anda pada makanan khas kota Surabaya dan Singkawang di Kalimantan. Tidak heran, jika yang menonton akan tergiur dengan menu yang ditampilkan pada suasana film akrab dan hangat. Film ini termasuk pada genre Drama-Kuliner yang di produksi oleh Palari Films.
Saksikan bagaimana Aruna mampu menggugah penonton dengan lidahnya dan kisahnya.
Penulis: Corani




























