Jika Gagal Dapat Cawapres, Golkar Minta Tambah Jatah Menteri

Wasekjen Golkar Sarmuji (ist)

Jakarta, PONTAS.ID – Jelang pendaftaran Pilpres 2019 pada 4-10 Agustus, sepekulasi komposisi pasangan Capres-Cawapres akan terus bergulir

Salah satu partai pendukung Jokowi, Golkar pun sudah ambil ancang-ancang jika nantinya sang Ketum Airlangga Hartarto tak dipinang menjadi Cawapres pendamping Jokowi.

Salah satunya adalah mereka meminta sebagai konpensasinya adalah dengan meminta tambahan jatah menteri di Kabinet Kerja Jokowi periode 2019-2024.

“Semua strategi kita siapkan untuk Pilpres 2019. Jadi, kalau Pak Airlangga batal menjadi Cawapres Jokowi, tentu siapkan strategi baru dengan meminta tambahan jatah menteri,” kata Wasekjen DPP Golkar, Sarmuji, Rabu (11/7/2018).

Golkar, kata anggota Komisi XI DPR itu, tidak saja sedang melobi Cawapres tapi juga jabatan publik lain.

“Semuanya masih menunggu waktu belum ada penjelasan. Masih samar-samar, belum ada kejelasan daftar nama yang diusulkan oleh Pak Jokowi dengan mitra koalisi,” ujarnya.

Namun demikian, dia mengklaim, Golkar tak akan mengevaluasi dukungan kepada Jokowi.

Sebab, sikap Golkar sudah diputuskan melalui rapat pleno, Rapimnas, hingga Munas. “Jadi, tak ada rencana untuk evaluasi dukungan pada Jokowi,” pungkasnya.

Previous articleCurhat Sama Menko Luhut, TGB: yang Salah Apa Bang?
Next articleKPK Diminta Segera Proses Hukum Kepala Daerah Terpilih yang Terjerat Korupsi