Jakarta, PONTAS.ID – Di saat masyarakat tengah berkumpul dengan keluarga besar merayakan hari kemenangan di tanah kelahiran, namun tiga orang pengamat dan beberapa staf lain di Pos Pengamat Gunungapi (PPGA) Sinabung Tanah Karo, Sumatera Utara, tetap melaksanakan tugasnya, memantau dan memastikan kondisi Gunung Sinabung yang hingga saat ini masih berstatus AWAS (Level IV).
Salah seorang PPGA, Ardi, mengaku meski ada keinginan berlebaran dengan sanak saudara di kampung halaman, namun dirinya lebih mengutamakan tanggungjawab yang diembannya.
“Demi memastikan masyarakat aman, kami tetap bertugas 24 jam bergantian. Tetapi menjadi pengamat sudah menjadi tanggung jawab terhadap pekerjaan yang saya pilih, apalagi dengan status Gunung Sinabung yang masih AWAS. Upaya mitigasi bencana geologi khususnya bencana gunung api harus terus berjalan,” kata Ardi, Jumat (15/6/2018).
Ardi yang sudah tiga tahun tidak pulang ke kampungnya di Desa Karang Nanas, Sokaraja, Banyumas, JawaTengah ini justru mengaku bahagia sekaligus bangga saat bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat buat orang banyak di hari Idulfitri.
“Ada perasaan bahagia dan bangga bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat pada Idulfitri, apalagi yang menyangkut keselamatan masyarakat, terlebih saat mereka semua berkumpul bersama keluarganya,” lanjut Ardi, seperti dilansir ESDM.go.id, Sabtu (16/6/2018).
Ardi bercerita, dirinya menjalankan sholat Ied di dekat rumah kemudian bersilaturahim tetangga kanan kiri rumah lalu kembali lagi ke pos untuk bertugas melakukan pemantauan aktivitas gunungapi Sinabung, untuk melaporkan hasil pemantauan setiap 6 jam via aplikasi MAGMA, email dan WhatsApp.
“Kalau Mas Arif dan Mas Asrori (pengamat gunung lainnya) sholat Ied dekat sini langsung kembali ke pos lagi,” terang Ardi
Ardi mengatakan, dirinya telah memboyong istri dan kedua anaknya ke Kabanjahe yang berjarak sekitar 10 km dari PPGA Sinabung yang terletak di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.
Menghadapi Idulfitri ini, Ardi mengungkapkan, beberapa koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Karo dan Pemerintah Provinsi digelar, salah satunya rapat koordinasi dan gelar pasukan operasi Ketupat Toba.
“Tanggal 6 Juni kemarin misalnya, kami diundang dan diminta memaparkan kondisi terkini Sinabung pada rapat koordinasi dan gelar pasukan operasi Ketupat Toba. Upaya mitigasi terus kita gaungkan, agar masyarakat mendapat informasi yang benar terkait kondisi terkini Gunung Sinabung,” pungkasnya.
Editor: Hendrik JS
















