Jakarta, PONTAS.ID – Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah (IBKS) menggelar Workshop guru BK se-Asia Tenggara selama tiga hari berturut-turut. Kegiatan itu dilaksanakan dalam rangka menggairahkan mutu pembelajaran dalam menyambut era society 5.O.
“Webinar dimulai dari tanggal 10 hingga 12 Desember 2021. Dengan adanya workshop ini diharapkan karakter kemanusiaan yang sudah ada selama ini dapat terus dipertahankan tanpa terdegradasi dengan perkembangan zaman,” ujar Ketua Pusat IBKS, Tuti Sukarni kepada PONTAS.id, Selasa (14/2/21).
Tuti Sukarni yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Sekolah SMAN 80 Jakarta menjelaskan bahwa adaptasi dan inovasi di bidang pendidikan sangat diperlukan. Pasalnya, gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0 sangat dirasakan sebelumnya.
“Sebab itu, dalam menghadapi era society 5.0, dunia pendidikan berperan penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Tak hanya itu, dengan adanya pertemuan daring ini, diharapkan bisa menambah wawasan dan meningkatkan Kompetensi guru BK,” tandasnya
Sebelumnya, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kemdikbudristek, Iwan Syahril mengapresiasi kegiatan yang digelar oleh IBKS, hal itu diutarakannya saat memberikan sambutan di sela-sela kegiatan workshop.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia yang terus menjaga semangat belajar para guru BK Indonesia pada masa pandemi untuk menuntun anak-anak Indonesia,” ucap Iwan Syahril beberapa waktu lalu.
Menurutnya, perkembangan teknologi di Indonesia saat ini sangatlah cepat. Jika sebelumnya dikenal dengan istilah revolusi 4.0 yang menggabungkan teknologi digital dengan internet dan Industri, namun saat ini kembali menyambut era baru yakni Society 5.O.
“Era ini memanfaatkan teknologi modern untuk manusia dengan tujuan manusia dapat hidup dengan nyaman,” kata dia.
Ia menjelaskan, Kemendikbudristek telah mengeluarkan berbagai paket kebijakan merdeka belajar untuk mencapai visi dan misi pendidikan Indonesia.
“Kami menetapkan visi pendidikan Indonesia yang maju berdaulat mandiri dan kepribadian melalui terciptanya pelajar Pancasila yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia serta bernalar kritis kreatif, mandiri, bergotong royong dan berkebijakan global. Semoga dengan fokus pada muatan literasi, numerik dan karakteristik akan menjadi bekal murid-murid dalam menghadapi perkembangan zaman yang begitu cepat,” tutupnya
Penulis: Ahmad Rahmansyah
Editor: Rahmat Mauliady























Alhamdulilah ibks keren, bisa menembus workshop regional virtual asia tenggara, mudah2an bisa diikuti bidang study lainnya