Mahasiswa Diingatkan Selain Menjaga Marwahnya Dengan Tetap Kritis, Tetapi Juga Tetap Konstruktif

Jakarta, PONTAS.ID – Wakil Ketua MR Hidayat Nur Wahid atau HNW mengingatkan sebagai generasi muda yang dikenal sebagai penggerak demokrasi dengan aksi-aksi di jalan dan aksi intelektualnya, mahasiswa selain menjaga marwahnya untuk tetap kritis, konstruktif sehingga juga memberi ruang untuk terjadinya solusi.

Apalagi, saat ini Indonesia dengan pemerintahan barunya sedang berupaya menuju untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sekalipun melihat dari realita yang ada, banyak sekali tantangan dan hambatan yang memerlukan keseriusan, ketulusan dan kebersamaan untuk menghadapi dan menyelesaikannya. Seperti masalah hutang negara, korupsi, pengangguran, kemiskinan, banyaknya tindakan kriminal, dan penegakkan hukum yang dirasa masih banyak tidak adilnya.

Selain itu, ada beberapa permasalahan yang sedang hangat menjadi bahan pembicaraan bealakangan ini, yang harus dicarikan jalan keluarnya, yakni, fenomena Filisida (Filicide) yaitu, terjadinya kasus kriminal pembunuhan orang tua terhadap anak-anaknya. Bahkan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sampai membuat satu pernyataan bahwa Indonesia sudah Darurat Filisida. Sebelumnya, KPAI juga menyatakan Indonesia darurat kejahatan seksual terhadap anak.

“Jadi, anak menjadi korban kejahatan seksual dan orang tua melakukan kejahatan terhadap anak. Kalau ini dibiarkan, Indonesia mau jadi apa. Kalau semua ini tidak dikritisi maka akan semakin besar dan parah kejadiannya nanti. Inilah pentingnya, generasi muda mahasiswa bersikap kritis untuk menyelamatkan masa depan mereka sendiri juga,” ujar HNW,.

Namun, Pimpinan MPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengungkapkan bahwa dirinya sependapat mahasiswa tidak hanya sekedar mengkritik saja. Mahasiswa tetap penting berorientasi solusi sehingga sikap kritisnya tetap konstruktif. Jika hal tersebut dilakukan maka, semua akan memahami kalau apa yang disampaikan mahasiswa bukan sekedar kritik tapi juga disampaikan wacana dan gagasan penyelesaian masalahnya.

“Apakah solusi yang disampaikan tersebut diambil dan dipakai atau tidak dipakai, itu kewenangan eksekutif, karena mahasiswa tidak memiliki kekuasaan. Intinya, jangan seolah-olah mahasiswa disebut hanya sebagai tukang kritik semata, tidak mengerti solusi dan jalan keluar suatu masalah, yang sebenarnya mahasiswa memiliki kapabilitas untuk itu,” ujar anggota Komisi VIII DPR RI ini.

Di sesi akhir dialog, anggota DPR Fraksi PKS Dapil DKI Jakarta II ini berharap agar mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara tetap solid, menjadi penyemangat generasi muda dan warga masyarakat dan seklai lagi tetap menjaga marwahnya untuk tetap kritis yang konstruktif. Ajakan-ajakan HNW ini disambut baik oleh utusan BEM Nusantara.

Previous articleHNW: Generasi Muda Harus Membekali Diri dengan Akhlak dan Agama
Next articleIMI Bersama LPUDK Kemenpora dan WRC Promoter MoU Terms Event Reference WRC 2026 di Indonesia