Kritik Menkeu, Legislator: Indonesia Mestinya Tak Ekspor APD

Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay

Jakarta, PONTAS.ID Anggota Komisi IX DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan, Alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar WHO bagi para tenaga medis di dalam negeri belum sepenuhnya terpenuhi. Ia pun menilai, sangat mengkhawatirkan ketika Menteri Keuangan ingin mengekspor APD di tengah kebutuhan para tenaga medis lokal yang belum pasti.

“Permintaan pemenuhan APD dalam negeri ini perlu ditegaskan, mengingat ada pernyataan Menkeu bahwa Indonesia akan tetap mengekspor APD. Pernyataan seperti ini tentu menyisakan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebab, sampai hari ini, kebutuhan APD dalam negeri juga belum terpenuhi,” tutur Saleh, dalam keterangan persnyadalam keterangan persnya, Sabtu (18/4/2020).

Menurut Saleh, Indonesia dalam status bencana nasional Covid-19, tentu seluruh upaya harus dikerahkan untuk mengatasinya, terrmasuk dari sisi pemenuhan kebutuhan APD untuk tenaga kesehatan.

“Ketika rapat virtual dengan Komisi IX, Ketua Gugus Tugas menyatakan bahwa bahan baku APD kita diimpor. Selain seluruh negara sedang membutuhkan, saat ini juga ada kesulitan untuk melakukan impor,” ungkap Wakil Ketua MKD DPR RI ini.

Itulah sebabnya, lanjut Saleh, pemerintah melakukan upaya diplomasi khusus agar bahan baku tersebut tetap bisa diimpor.

“Kan, aneh kalau kita mengekspor barang yang bahan bakunya impor. Anehnya, karena kita sendiri sedang membutuhkan. Apalagi, BIN memprediksi bahwa puncak penyebaran virus ini pada bulan Juli. Mestinya, stok APD dalam negeri dipenuhi terlebih dahulu. Soal rencana ekspor itu, saya kira bisa dipikirkan belakangan,” kilah Wakil Ketua F-PAN DPR itu.

Sebelumnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan, Indonesia tetap akan mengekspor alat pelindung diri (APD) ke negara lain tanpa mengurangi kebutuhan dalam negeri untuk menangani Covid-19. Sebab, kata dia, Indonesia selaku salah satu penghasil APD terbesar juga telah memiliki kontrak pemenuhan suplai APD ke beberapa negara seperti Korea Selatan dan Jepang.

“Indonesia juga membantu (negara lain), karena salah satu negara penghasil APD terbesar dunia. Jadi kontrak dengan negara lain tetap akan kami penuhi tanpa kita korbankan kebutuhan APD di dalam negeri,” ujar Sri Mulyani, usai rapat sidang kabinet bersama Presiden Joko Widodo melalui konferensi video, Selasa (14/4/2020).

Penulis: Riana

Editor: Luki H

Previous articleAda Pandemi, Teten Kucurkan Rp 200 M untuk Pelatihan UMKM
Next articlePandemi Covid-19, DPR: Pemerintah Tidak Pro Ketahanan Pangan