PT PSN dari Pemulung jadi Juragan Satelit, Begini Latar Belakangnya

Jakarta, PONTAS.ID – Mengatasi persoalan infrastruktur komunikasi di Indonesia tidak mungkin diselesaikan dengan satu jenis infrastruktur saja. Sebab, beratnya kondisi geografis Indonesia menyebabkan hal tersebut mustahil diwujudkan.

“Maka kehadiran satelit sangat dibutuhkan. Demi mewujudkan itulah Pasifik Satelit Nusantara (PSN) hadir dan berkontribusi membantu pemerintah lewat peluncuran Satelit Nusantara,” ungkap General Manager of Marketing PT PSN, Meidiyanto Andwiputro.

Pernyataan Meidiyanto ini disampaikan dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk “Menuju Indonesia Merdeka Sinyal”, bertempat Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

“Satelit menjadi hal yang sangat dibutuhkan untuk jangkau daerah-daerah yang memang sangat sulit dijangkau kabel atau fiber optik. Terkait itulah kami berperan meluncurkan satelit untuk berkontribusi membantu pemerntah mewujudkan merdeka sinyal,” katanya.

Diketahui, Satelit Nusantara Satu secara resmi diluncurkan secara langsung dari Stasiun Angkatan Udara Cape Caneveral, Florida, Amerika Serikat, Jumat (22/2/2019) lalu, atau pada hari Kamis sekitar pukul 8.45 waktu setempat.

Satelit Nusantara 1 dibawa oleh roket SpaceX Falcon 9 yang lepas landas ke angkasa dari Cape Canaveral Florida, Amerika Serikat, ke orbit bumi. Dengan satelit yang akan beroperasi mulai April 2019, layanan internet akan secara bertahap menjangkau seluruh kepulauan Indonesia.

“Satelit ini sebagai upaya dalam mengurangi kesenjangan jaringan komunikasi internet cepat di Tanah Air. Kebutuhan internet atau broadband memang sangat tinggi, kami memperkirakan ada 25 ribu desa yang tidak memiliki koneksi komunikasi internet memadai. Jadi, target kami untuk membantu mencakup mereka,” kata Meidiyanto.

Satelit Nusantara Satu itu disewa Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), sesuai target BAKTI untuk memberikan fasilitas dan kebutuhan internet di wilayah yang tidak terjangkau kabel serat optik.

BAKTI akan menggunakan layanan satelit PSN ini selama lima tahun ke depan sambil menunggu diselesaikannya Satelit Multifungsi Pemerintah yang ditargetkan selesai pada tahun 2023.

Yang terkini, Meidiyanto menjelaskan, PSN sudah membantu bakti untuk menciptakan akses internet di 161 lokasi, terdiri dari sekolah-sekolah, kantor-kantor desa, puskesmas, BLK, dan kantor-kantor dinas.

“UNBK sejumlah sekolah di daerah yang selama ini sulit terjangkau sinyal, sekarang sudah bisa terlaksana,” tuturnya.

Selain membantu pemerintah, Meidiyanto membeberkan, PSN juga membuat produk yang bisa bantu penggelaran internet, yakni melalui Sinyalku. Itu merupakan inisitaif swasta yang ditujukan untuk menyasar lapisan masyarakat dengan hanya Rp3500 di 2.000 lokasi di seluruh desa di Indonesia.

“PSN juga berencana meluncurkan Nusantara 2 bekerja sama dengan Indosat yang diluncurkan pada April 2020 dan Nusantara 3 pada di 2022. Intinya, PSN mendukung infrastruktur satelit di Indonesia yang dibutuhkan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.

Turut hadir sebagai narasumber dalam FMB 9 kali ini antara lain Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Ditjen ILMATE Kementerian Perindustrian Janu Suryanto, dan Kepala Dinas Kominfo Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Aba Maulaka.

Penulis: Suwarto
Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleGMTI 2019, Indonesia Jadi Destinasi Wisata Halal Terbaik Dunia
Next articleSoal Kecurangan di Pemilu, Ini Penjelasan Mahfud