Trump: Israel Sangat Istimewa Bagi Saya

Donald Trymp Presiden AS

Washington, PONTAS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan melakukan kunjungan keduanya ke Israel, yaitu dalam rangka pembukaan kedutaan AS di Yerusalem. Hal ini dia ungkapkan saat bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Washington, Senin 5 Maret.

Pembukaan kedutaan AS di Yerusalem akan dilakukan pada 14 Mei 2018, bertepatan dengan hari kemerdekaan Israel ke-70. “Kami mempertimbangkan untuk datang, jika saya bisa, saya akan melakukannya,” kata Trump, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/3/18).

“Israel sangat istimewa bagi saya, negara yang spesial, warga yang spesial, dan saya berharap bisa hadir di sana, dan saya sangat bangga dengan keputusan tersebut,” kata Trump, menambahkan.

Selain itu, tidak menutup kemungkinan  presiden berusia 71 tahun itu akan memanfaatkan kunjungannya untuk membahas hal lain bersama Netanyahu.

“Mungkin, kami akan membicarakan hal itu dan hal lainnya,” ujar dia.

Selain itu, keinginan Trump untuk mengubah atau membatalkan kesepakatan nuklir Iran 2015 dan kekhawatiran mengenai pijakan Iran di Suriah juga dibahas dalam perundingannya dengan Netanyahu.

“Jika saya harus mengatakan apa tantangan terbesar kami di Timur Tengah untuk kedua negara kami, kepada tetangga Arab kami, ini dikemas dalam satu kata, Iran. Iran harus dihentikan. Itu adalah tantangan bersama kami,” kata Netanyahu.

Trump mengancam untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir kecuali jika sekutu Eropa membantu. Israel juga menuduh Teheran mencari posisi militer permanen di Suriah.

Sementara itu, Netanyahu melakukan kunjungan ke AS di tengah kasus korupsi yang tengah membelitnya. Kunjungan itu sekaligus untuk meminta dukungan Trump dalam kasus tersebut.

Beberapa jam sebelum Netanyahu tiba di 1600 Pennsylvania Avenue, seorang mantan ajudannya dikonfirmasi setuju menjadi saksi negara dalam penyelidikan korupsi yang diduga dilakukan Netanyahu.

Diinvestigasi di rumahnya sendiri oleh polisi pada Jumat lalu, Netanyahu makin disorot selama kunjungannya ke AS yang berlangsung selama 5 hari.

Previous articleTBC Jadi Fokus Utama Kemenkes Tahun Ini
Next articleDeretan Negara yang Menjadi Favorit Para Investor