Jakarta, PONTAS.ID – Sebagai sebuah korporasi, badan usaha milik negara (BUMN) tidak hanya memikirkan kinerja keuangan agar selalu biru. Akan tetapi, BUMN juga menjalankan fungsi lain yang tidak dimiliki perusahaan lain, yakni sebagai agen pembangunan.
Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan fungsi BUMN sebagai agen pembangunan itu selalu disampaikan kepada para direksi BUMN dengan cara mengajak mereka untuk ikut dalam kunjungannya ke daerah-daerah.
“Saya mengajak direksi untuk keluar dari lingkungan kantor dan bisa menyadari banyak masyarakat yang belum beruntung, tidak sebaik kita (direksi) kehidupannya sehingga kita punya tanggung jawab membantu mereka yang belum beruntung menjadi lebih baik,” kata Rini selaku Menetri BUMN, Jakarta, Senin, (5/2/18).
Mengajak para direksi untuk keluar dari zona nyaman tersebut, kata Rini, juga untuk membangun keakraban sehingga manfaat sinergi tidak hanya tecermin dalam kinerja perusahaan, tetapi juga secara emosional.
“Kita (direksi) ini bersaudara, pemiliknya satu (pemerintah), harus bisa saling komunikasi dan konsultasi. BUMN juga punya fungsi agen pembangunan bagaimana bisa lakukan aktivitas untuk membangun negara dan bisa membantu program pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Bukti kehadiran BUMN secara nyata untuk membangun negeri itu dapat terlihat dari program tol laut. Kerja sama BUMN baik dari sisi pelabuhan, yakni Pelindo ataupun angkutan kapal seperti Pelni dan ASDP bisa menurunkan harga barang di Indonesia timur.
“Contoh kita bisa turunkan harga semen yang tadinya di Puncak Jaya, Papua Rp2 juta/ sak menjadi Rp500 ribu. Di Wamena Rp1 juta menjadi Rp380 ribu. Itu kita lakukan tanpa subsidi negara, betul-betul dengan sinergi BUMN,” tutupnya.
















