Malang, PONTAS.ID – Ratusan mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya (UniBraw), Malang, Jawa Timur mengalami diare akibat keracunan saat mengikuti Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) bagi mahasiswa baru. Pasalnya, korban diare sebelumnya mengonsumsi nasi dan lauk pauk yang sudah basi.
“Makanan yang diberikan kepada kami sudah basi, habis itu, perut saya sakit dan mulas,” kata salah seorang peserta KKM yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada PONTAS.id, Selasa (7/2/2023) malam.
Terpisah, Ketua Pengelola Sistem Informasi dan Kehumasan FT UB, Adharul Muttaqin, para mahasiswa yang perlu ditangani di RS dan Puskesmas ada 11 orang.
“Sore kemarin sebagian besar sudah bisa pulang. Pagi ini masih ada satu yang kami tempatkan di RSUB,” kata dia melalui perpesanan WhatsApp kepada PONTAS.id, Rabu (8/2/2023) pagi.
Sementara untuk mahasiswa yang lain, pihaknya kata Adharul dapat menangani sendiri dengan megumpulkan ulang peserta KKM di Fakultas Teknik.
“Jadi mereka tidak langsung pulang dari Wagir, tetapi di kondisikan dulu di Fakultas dan dipastikan kesehatan mereka sebelum pulang oleh dokter. Kami terus memantau perkembangannya,” kata dia.
Panita KKM, lanjut Adharul, atas pertimbangan kondisi cuaca dan memperhatikan kondisi yang ada, “Diputuskan untuk menyelesaikan kegiatan KKM ke-43 lebih cepat dari jadwal semula,” ujarnya.
Terkait informasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang yang 510 peserta KKM mengalami keracunan, Adharul tidak membantah ataupun mengiyakan.
“Mengenai jumlah barangkali dari dinkes memiliki sudut pandang berbeda. Secara kondisi di lapangan, lebih banyak yang sehat saat diperiksa meskipun paginya sempat mengalami diare,” katanya.
Terkait kegiatan Kemah Kerja Mahasiswa (KKM) bagi mahasiswa baru FT yang diselenggarakan
tanggal 6-9 Februari 2023 di Desa Jedong, Kec Wagir, Kabupaten Malang, “Dimaksudkan untuk mengetahui persoalan masyarakat, melakukan identifikasi dan analisis dalam memberikan alternatif solusi, serta aksi implementatif untuk membantu masyarakat di daerah tersebut,” paparnya.
Kegiatan yang diikuti 1.279 mahasiswa baru 2022 ini, meliputi lima proyek pengabdian masyarakat, yaitu: Pembangunan infrastruktur penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya; Perabatan jalan; Normalisasi saluran irigasi; Sosialisasi sistem pengolahan sampah; “Dan pengajaran ilmu pengetahuan & teknologi di sekolah dasar,” jelasnya.
Namun, pada hari Selasa (7/2/2023), ada beberapa mahasiswa yang mengalami diare dan jumlahnya semakin bertambah. “Mulai pukul 10:00, 11 mahasiswa yang sakit dibawa ke Puskemas Wagir dan RSUB, setelah dilakukan penanganan awal oleh Tim Medis Korps Suka Relawan (KSR) UB dan Poli UB,” pungkasnya.
Penulis: Pahala Simanjuntak
Editor: Fajar Virgyawan Cahya
























