Bicara di Temu Pakar, Fadel Muhammad Jelaskan soal Pelestarian Budaya dan Dampak Globalisasi

Gorontalo, PONTAS.ID – Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengungkapkan bahwa generasi muda Indonesia saat ini hidup di era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat tak terbendung, terutama teknologi informasi seperti media sosial yang sangat digandrungi anak muda.

Walaupun dampak positifnya sangat banyak karena mempermudah dalam menjalani aktifitas sehari-hari, namun sisi negatifnya tidak bisa dipandang sebelah mata. 

Melalui kecanggihan media sosial, anak-anak muda cenderung mengikuti semua yang sedang tren di dunia dan tidak menyadari lama kelamaan akan mendegradasi pemahaman mereka terhadap budaya bangsa sendiri. “Inilah yang saya khawatirkan, degradasi budaya tergerus dan  akhirnya menghilang,” katanya dalam acara Temu Pakar Bersama Pimpinan MPR RI kerjasama MPR dengan Dewan Eksekutif Wilayah (DEW) Rampai Nusantara Provinsi Gorontalo, di Kota Gorontalo, Jumat (18/11/2022).

Berbagai upaya untuk meminimalisir dampak negatif globalisasi tersebut, lanjut Fadel Muhammad, salah satunya dengan melestarikan budaya bangsa, seperti yang dilakukan organisasi Lamahu dan Pemda DKI Jakarta yang menyelenggarakan Festival Seni Budaya Betawi Gorontalo Ke-2 di Provinsi Gorontalo, tanggal 19-20 November 2022.

“Festival tersebut, penuh dengan edukasi kepada masyarakat dan generasi muda tentang kekayaan budaya Betawi dan Gorontalo.  Pada intinya, massifnya pemahaman budaya menjadi sangat penting. Sebab, nilai-nilai budaya bangsa bisa menjadi benteng dari efek negatif globalisasi,” ujarnya

Mantan Gubernur Gorontalo dua periode ini menegaskan, sebagai lembaga negara milik rakyat MPR sendiri tentu sangat concern akan hal tersebut.  “Kami di MPR tentu sangat peduli terhadap pemahaman generasi muda kepada budaya bangsanya sendiri.  Untuk itulah MPR membuat dan menjalankan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR dengan berbagai metode kepada berbagai kalangan rakyat di seluruh wilayah Indonesia,” tambahnya.

Dalam salah satu bagian dari Empat Pilar itu, diutarakan Fadel Muhammad, ada Bhinneka Tunggal Ika.  Semboyan ini menjadi semangat dan pendorong berbagai budaya bangsa yang sangat beragam untuk saling menghormati dan saling mengisi.  Walaupun berbeda-beda tapi tetap satu  bangsa, satu tanah air Indonesia.

“Saya mengajak anak-anak muda di Rampai Nusantara dan di seluruh Indonesia, segera menyadari persoalan ini dan mendukung serta berkiprah dalam segala kegiatan pelestarian budaya.  Jika ini terjadi secara luas, maka jati diri dan karakter generasi muda akan tetap kokoh bahkan bertambah tebal sehingga tidak perlu khawatir lagi terhadap derasnya arus modernisasi,” pungkasnya.

Acara yang menghadirkan tema sentral ‘Degradasi Budaya dan Upaya Mempertahankan Nilai-Nilai Luhur Budaya Gorontalo Sebagai Nilai-Nilai Kebangsaan Indonesia’ ini dihadiri Ketua DEW Rampai Nusantara Prov. Gorontalo Yakop AR Mahmud dan anggota Rampai Nusantara sebagai peserta.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

Previous articleBP2MI Terpukul Atas Isiden Tragedi PMI Tewas di Perairan Kota Batam
Next articleHarumkan Banjar di Ajang MTQ, Bupati Matangkan Persiapan Kafilah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here