Gelar Formula-E, Bamsoet: Tunjukkan Indonesia Pulih Pasca Pandemi

Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo

Jakarta, PONTAS.ID – Jakarta akan resmi menggelar Formula E pada Juni 20222.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo menuturkan, bagi Indonesia, E-Prix 2022 lebih dari sekedar event balap, namun juga merupakan pesan untuk seluruh dunia bahwa indonesia tengah tengah kembali pulih pasca pandemi covid19.

“Kami telah siap untuk kembali menerima turis maupun investor di tanah air, dan ini tentunya sesuai dengan program pemerintah yang ingin memulihkan ekonomi pasca pandemi,” ujarnya dalam siaran pers, Jumat (26/11/2021).

Adanya Formula E disebut membuat bangsa Indonesia patut bangga, Indonesia dan Ibu Kota Negara Jakarta bertengger bersama berbagai kota hebat lainnya menjadi tuan rumah E-Prix. Antara lain, Berlin, Seoul, Vancouver, New York, London, Roma dan Monaco. Tidak kurang dari 40 media internasional akan meliput kegiatan tersebut secara ekslusif. Serta disiarkan secara langsung ke lebih dari 150 negara.

“Jakarta E-Prix 2022 akan membawa nama Jakarta dan Indonesia ke level baru yang lebih tinggi. Selain dampak ekonomi, kita juga akan mendapatkan dampak reputasional. Menguatkan branding Indonesia sebagai rumah bagi berbagai event motorsport dunia,” ujarnya.

Pria yang akrab dipanggil Bamsoet itu mengatakan bagi Indonesia, E-Prix 2022 lebih dari sekedar event balap dan juga sebagai signal yang dikirimkan kepada dunia, bahwa Indonesia is back to business. Indonesia siap menerima turis, investor, dan menggenjot perdagangan antar negara. Indonesia siap keluar dari pandemi Covid-19 dan menyongsong matahari yang terbit di ufuk timur, menyambut tahun-tahun yang penuh harapan.

Sementara itu Sekjen IMI Ahmad Sahroni menyampaikan optimismenya terkait gelaran Formula E di ibu kota.

Menurutnya, selain bisa membantu memulihkan ekonomi, Formula E juga bisa menjadi momentum yang tepat untuk mensosialisasikan penggunaan mobil listrik di tanah air

“Seperti kita tahu, di Formula E juga akan ditampilkan teknologi mobil listrik yang juga menjadi perhatian pemerintah. Menurut saya ini akan menjadi momentum sosialisasi yang baik ke masyarakat, karena konsumen yang beralih ke mobil listrik di Indonesia saat ini masih sangat kecil. Padahal pemerintah tengah terus menggencarkan promosi EV karena berbagai faktor. Jadi sudah selayaknyalah event ini menjadi bagian dari sosialisasi besar-besaran mobil listrik di masyarakat,” ujarnya. 

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

 

Previous articleAnies vs Istana soal Lokasi Formula E, Ini Penjelasan Bamsoet
Next articlePemerintah Dan DPR Harus Melaksanakan Putusan MK soal UU Ciptaker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here