Tekan Kasus Cyber Bullying, Pemkot Jaktim Fokus Kadarkum

Jakarta, PONTAS.ID – Pembinaan Kelurahan Sadar Hukum Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur diikuti tiga Kelurahan yang terdiri dari Kelurahan Gedong, Susukan, dan Bali Mester. Kegiatan pembianaan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dalam sistem kemasyarakatan agar terwujudnya Keluarga Sadar Hukum (Kadarkum).

Dikutip dari laman https://timur.jakarta.go.id, kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, Hendra Hidayat, secara daring dari Ruang Rapat Wakil Walikota, Lantai II Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Selasa (14/9/2021).

Kegiatan pembinaan tersebut digelar secara daring setelah tiga kelurahan sebelumnya yakni Kelurahan Dukuh, Malaka Jaya dan Rawa Terate.

Dalam kegiatan ini menghadirkan, narasumber dari Kanit Krimsus Polres Metro Jakarta Timur, IPTU D.M Sagala, dan perwakilan dari Kanwil Kemenkumham Republik Indonesia, Wahyu Warsito dan Elli Sabarinjani.

Pembinaan Kelurahan Sadar Hukum Tingkat Kota Administrasi Jakarta Timur mengusung tema ‘Meningkatkan Pemahaman dalam Pencegahan Narkotika dan Undang-undang ITE dalam Kaitannya dengan cyber bullying’.

Dalam sambutanya, Wakil Wali Kota menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Jakarta Timur terus melakukan berbagai tindakan dalam meningkatkan kesadaran hukum hingga merealisasikan tujuan hukum dalam lingkungan masyarakat. Salah satunya, melalui pembinaan kelurahan sadar hukum.

“Faktor terbesar kurangnya kesadaran masyarakat terhadap hukum, adalah kurangnya pengetahuan tentang hukum,” ujarnya.

Dengan itu lanjutnya, pengetahuan yang diperoleh melalui pembinaan Kadarkum ini diharapkan dapat diterapkan bagi seluruh masyarakat di lingkungannya masing-masing, sehingga dapat memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada masyarakat.

“Kita masuk dalam satu era, di mana semua orang harus ikut aturan, ikut hukum. Kalau semua keluarga di suatu kelurahan sudah sadar hukum, maka kelurahan tersebut dapat dikatakan kelurahan sadar hukum,” katanya.

Ia menjelaskan, pembinaan berusaha untuk meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat. Terlebih, saat ini sering terdengar adanya perundungan (bullying) di media sosial yang dapat membahayakan diri dan orang lain hingga masuk ke ranah hukum yakni Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Ini penting, diharapkan peserta yang terdiri dari para Ketua RT/RW, LMK, FKDM, seluruhnya, termasuk Dasawisma dan PKK, mampu mengikuti secara maksimal,” tandasnya.

Penulis: Fajar Virgyawan Cahya

Editor:  Ahmad Rahmansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here