Korupsi Dana Hibah, Jaksa bakal Panggil seluruh Petinggi KPU Sergai

Sergai, PONTAS.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Serdang Bedagai (Sergai), Donny Setiawan memastikan penggeledahan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sergai terkait Dana Hibah Pilkada Tahun 2019 – 2020 dari APBD Kabupaten Sergai sebesar Rp36,5 miliar.

“Sebelumnya, penyidik telah memeriksa 11 orang staf KPU dan dua Komisioner. Saat ini masih tahap penyidikan sembari mempelajari berkas yang kami sita,” jelas Donny.

Elon Pasaribu, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) mengatakan, sebelumnya pernah meminta dokumen terkait dana hibah itu, namun tak kunjung direspon oleh KPU. “Kami nilai tidak koperatif. Padahal, dana hibah harus dipertanggung jawabkan,” bebernya.

Elon juga membenarkan dugaan adanya oknum tertentu di KPU yang mencoba menghilangkan barang bukti dengan melakukan pembakaran berkas pada Selasa (18/5/2021) lalu.

“Dari sisa dokumen yang dibakar, ternyata ada berkas yang kami maksud. Dan hal ini akan kami telusuri karena terindikasi menghilangkan barang bukti,” bebernya.

Adapun penanggungjawab dana hibah ini, kata Elon adalah Sekretaris KPU Sergi , Darma Eka Subekti sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Kami nilai tidak kooperatif, karena beralasan sakit tapi diminta surat sakit tak mampu menunjukkannya. Jadi, kami akan panggil seluruh Komisioner, Sekretaris, Bendahara dan Staf KPU Sergai guna melengkapi berkas penyidikan,” tutupnya.

Agus Adi Atmaja selaku Kasi Intel Kejari Sergai menambahkan proses kasus ini masih relatif lama, “Karena saat ini baru tahap penyidikan dan soal penggunaan dana hibah itu banyak jalurnya,” kata dia.

Sebelumnya, penyidik Kejari Sergai telah melakukan penggeledahan selama 10 jam lebih di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sergai, Kamis (20/5/2021).

Hingga pukul 23.00 WIB malam tadi, penyidik terlihat membawa 10 boks besar berkas dan dibawa ke kantor Kejaksaan menggunakan mobil Innova plat BK 1154 NX dan mobil Terios BK 1383 NX sebanyak dua kali bolak balik.

Begitu juga dengan empat Komisioner KPU Sergai, Ardiansyah Hasibuan, Bayu Apriantu, Fuad Lubis dan Misriani belum diperkenankan penyidik keluar dari kantor KPU Sergai selama berlangsungnya penggeledahan.

Adapun dugaan penyalahgunaan keuangan itu dikabarkan terkait pengadaan perlengkapan Covid-19, dana makan minum, dana pengamanan pemilu serta dugaan penggelembungan sewa gedung.

Penulis: Andy Ebiet
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here