DPR Desak Pemerintah Percepat Sosialisasi Holding BUMN Ultra Mikro

Rudy Mukhtarudin
Rudy Mukhtarudin

Jakarta, PONTAS.ID – Komisi VI DPR mendesak pemerintah khususnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk mempercepat sosialisasi pembentukan holding BUMN ultra mikro, agar sinergi ekosistem tersebut dapat segera terbentuk dan membawa banyak dampak positif bagi pelaku UMKM dan ultra mikro.

Anggota Komisi VI DPR RI Mukhtaruddin mengatakan, pembentukan holding BUMN ultra mikro (UMi) harus didukung untuk selesai tahun ini. Alasannya, keberadaan holding dianggap akan mampu mempercepat proses pemulihan ekonomi yang terpengaruh negatif akibat pandemi Covid-19.

“Saya mendukung holding ini untuk diimplementasikan. Hanya, sosialisasinya perlu dipercepat,” kata Mukhtarudin kepada wartawan, Kamis (1/4/2021).

Menurut politikus Golkar ini, sosialisasi pembentukan holding BUMN ultra mikro harus diperluas dan dipercepat karena sekarang banyak isu miring dan ditangkap dengan salah oleh nasabah.

Bahkan, banyak pula beredar isu yang menyebut suku bunga pembiayaan untuk UMKM dan pelaku usaha ultra mikro justru akan lebih mahal dengan pembentukan holding ini.
Di samping itu, sejumlah karyawan perusahaan calon anggota holding juga dianggap belum banyak memahami akan manfaat dan benefit dari pembentukan holding.

“Ini kan semua mereka bertanya. Maka ini perlu dipercepat disosialisasikan, sehingga semua pihak paham dan senang hati menyambut,” katanya.

Pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR beberapa waktu lalu, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebutkan banyak manfaat yang akan didapat dari aksi korporasi ini.

Pertama, karakteristik bisnis masing-masing entitas akan tetap terjaga. Kemudian, integrasi ini akan mampu menghadirkan layanan yang lebih luas dan menjangkau pelaku usaha mikro hingga pelosok.

“Kita tahu ada 60 juta pelaku usaha mikro yang baru setengahnya dilayani keuangan formal. Dalam empat tahun ke depan kami pun yakin akan ada akuisisi 30 juta nasabah baru,” sebut Tiko.

Dia juga menyebut efisiensi bisnis dari perusahaan anggota holding nantinya akan semakin kuat. Menurut perhitungan Tiko, cost of fund (CoF) Bank BRI di kisaran 2,3 persen nantinya akan mampu memberi dampak baik bagi Pegadaian dan PNM yang memiliki CoF di kisaran 9 persen sampai 10 persen.

Kemudian, Tiko memastikan tidak akan ada pengurangan jumlah dan manfaat bagi para pegawai akibat pembentukan holding.

“Bahkan, efisiensi serta ekspansi akan membuat profit perusahaan semakin kuat, dan ini akan menambah manfaat bagi para karyawan,” ujarnya.

Pekan lalu, Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia (BI) Bandoe Widiarto mengatakan, rencana pembentukan holding BUMN ultra mikro dapat menjadi solusi bagi pelaku UMKM untuk mendapat bantuan pendanaan secara lebih mudah dan murah. Bandoe menegaskan kehadiran holding ini akan menjadi alternatif sumber pembiayaan untuk pelaku UMKM dan UMi.

“Dengan adanya holding BUMN, diharapkan kelompok yang belum bankable dan belum mendapatkan akses pembiayaan, bisa terlayani dengan adanya holding ultra mikro,” kata Bandoe, Jumat (26/3/2021).

“Target tingkat inklusi keuangan di Indonesia cukup besar. Jadi itu (pembentukan holding) berita menggembirakan untuk kelompok ultra mikro selama ini belum dapatkan pembiayaan karena masalah masalah terkait teknis,” lanjutnya.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here