Kemenkop UKM Didorong Cetak Wirausaha Muda Inovatif Berbasis Teknologi

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki, mengungkapkan, pihaknya mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghasilkan wirausaha muda berpendidikan yang inovatif berbasis teknologi.

“Karena persaingan usaha ke depan akan dimenangkan oleh mereka yang menguasai bidang sains dan teknologi,” ungkap Teten, pada Kuliah Umum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, dikutip dari siaran resminya, Selasa (9/3/2021).

Karenanya, Teten berharap, seluruh Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia khususnya Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia, dapat mendukung penguatan kewirausahaan nasional dengan mengambil peran sebagai kampus pengembangan model kewirausahaan pesantren berbasis sosial, teknologi, bahkan ekonomi kreatif.

Selain itu, sambungnya, pemerintah terus mendampingi hingga memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi-koperasi yang ada di Indonesia agar mampu berkembang menjadi koperasi modern. Di lain sisi, pemerintah juga sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang kewirausahaan sebagai payung hukum mendorong wirausaha baru tersebut.

“Kami berharap melalui rancangan ini nantinya dapat menjadi acuan bagi pemerintah, masyarakat, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan untuk pengembangan kewirausahaan,” imbuh Teten.

Pada draft Perpres yang sedang disiapkan tersebut, dipaparkan Teten, terdapat beberapa poin, di antaranya definisi atas aspek-aspek yang berkaitan dengan kewirausahaan, termasuk di dalamnya meliputi definisi kewirausahaan, kewirausahaan sosial, dan teknologi.

Selain itu, rancangan Perpres juga mengatur tentang ekosistem kewirausahaan, norma, standar, prosedur, kriteria pengembangan kewirausahaan, hingga model bisnis pengembangan kewirausahaan, kaidah pelaksanaan pengembangan kewirausahaan, dan sistem informasi terintegrasi kewirausahaan.

“Selain 22 lembaga dan kementerian, swasta dan BUMN juga menjadi mitra strategis dalam ekosistem unit,” papar Teten.

Teten bilang, untuk menghasilkan wirausahawan baru, tidak lagi dilakukan pelatihan-pelatihan yang sporadis, tetapi akan dikembangkan pendekatan inkubasi dengan melakukan kerja sama dengan inkubator swasta dan perguruan tinggi.

Di tahun 2021, Deputi Kewirausahaan memiliki target rasio kewirausahaan Indonesia mencapai 3,55 persen dan menfasilitasi 10.000 wirausaha baru. Masing-masing 1.500 prioritas nasional, 8.500 kolaborasi dengan stakeholder, serta 900 perusahaan perintis teknologi.

Adapun, upaya tersebut menyasar lulusan SMA, perguruan tinggi, dan usia tertentu. Program tersebut juga memiliki basis kawasan, mulai dari basis wilayah, perguruan tinggi, pondok pesantren, hingga komunitas usaha/sentra.

“Indikator tersebut tentunya akan tercapai melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” pungkas dia.

Penulis: Stevanny

Editor: Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here