Limbah Sawit Jadi Duit, Begini Tanggapan Barantan Karimun

Jakarta, PONTAS.ID – Pejabat Karantina Pertanian Karimun memeriksa 550 ton cangkang sawit yang bernilai Rp 192,5 juta Sebelum dikirim ke Bintan, Kepulauan Riau.

“Pengiriman cangkang sawit ke Bintan merupakan pengiriman pertama di tahun 2021,” ungkap Okta, Pejabat Karantina Pertanian Karimun yang melakukan pemeriksaan di Kampung Asam, Kundur Utara melalui keterangan resminya yang dikutip PONTAS.id, Selasa (23/02/2021).

Menurutnya, cangkang sawit merupakan limbah hasil pengolahan industri minyak kelapa sawit. Meskipun dianggap sebagai limbah, ternyata cangkang sawit masih bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah.

“Sepanjang tahun 2020, telah dilakukan pengiriman sebanyak delapan kali dengan volume 4.590 ton. Volume tersebut setara dengan Rp 1,6 miliar,” imbuhnya

Kelapa sawit memiliki prospek yang menjanjikan karena tidak hanya dalam bentuk mentahnya saja yang bernilai, limbahnya pun masih dapat dimanfaatkan. Kedepan, Karantina Pertanian Karimun berharap cangkang sawit ini juga bisa diekspor ke negara lain sehingga dapat menambah nilai jualnya sekaligus devisa negara.

“Selain cangkang sawit, perusahaan ini juga mengirim minyak dan kernel sawit ke Dumai. Limbah dari pengolahan minyak tersebut masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar,” tandasnya

Penulis: Rahmat Mauliady
Editor: Pahala Simanjuntak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here