Sandiaga Dorong Masyarakat Banggakan Produk Lokal Danau Toba

Sandiaga Kunjungi Danau Toba
Sandiaga Kunjungi Danau Toba

Jakarta, PONTAS.ID – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mendorong masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga menggunakan produk lokal termasuk produk asal Sumatera Utara melalui gerakan Beli Kreatif Danau Toba.

“Saat ini saya hadir secara langsung dari Kabupaten Dairi dengan menggunakan pakaian songket Tapak Catur, berkat kreativitas desainer, pakaian ini menjelma menjadi sebuah produk ekonomi kreatif yang istimewa,” kata Sandiaga dalam Siaran Persnya, Minggu (21/2/2021).

Sandiaga menjelaskan, pandemi Covid-19 mau tidak mau menghadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Di satu sisi, harus bergerak cepat menentukan segera langkah-langkah pencegahan dan pengendalian virus, di sisi lain harus menjaga laju perekonomian agar masyarakat tetap mampu bertahan.

“Beli Kreatif Danau Toba sendiri bertujuan untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap pembelian dan penggunaan produk Sumatera Utara. Sehingga kita dapat berpartisipasi pada pemulihan perekonomian nasional,” ujarnya.

Beli Kreatif Danau Toba, ujar Sandiaga Uno, memiliki dua program utama, yakni pendampingan berupa peningkatan up-skilling, serta pemasaran berupa on boarding ke marketplace atau e-commerce. Sehingga artisan mampu memperluas pasar domestik maupun ekspor dan meningkatkan omzet sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.

Untuk mendukung program tersebut, sejak awal Februari 2021, Sandiaga menuturkan, pemerintah telah melakukan rangkaian kegiatan Beli Kreatif Danau Toba. Mulai dari pre hingga post launching, di antaranya kampanye dan publikasi di owned dan paid media, showcase produk ekonomi kreatif di lima bandara internasional, BKDT Fair dan Pesona Kuliner Danau Toba di Mall di Serpong, on boarding dan pemasaran, pelatihan dan upskilling pada Maret hingga November 2021.

“Keseluruhan rangkaian program ini memfasilitasi 5.700 artisan ekonomi kreatif Sumatra Utara. Terlaksananya program ini merupakan wujud kolaborasi antar kementerian lembaga, pemerintah daerah, marketplace, komunitas UKM, dan para pelaku ekonomi kreatif yang berhimpun untuk mendukung dan bersinergi demi pengembangan sektor ekonomi,” kata Sandiaga Uno.

Seperti diketahui Kemenparekraf telah menyusun tiga strategi utama yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi agar dapat terus menggairahkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia. Sejalan dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang telah dicanangkan Presiden pada 2020, Kemenparekraf juga telah melaksanakan program Beli Kreatif Lokal yang bertujuan untuk memberikan pendampingan dan pemasaran produk artisanal ekonomi kreatif subsektor fashion, kriya, dan kuliner di wilayah Jabodetabek.

Wilayah Jabodetabek saat itu merupakan salah satu wilayah yang paling terdampak pandemi termasuk kebijakan antisipasi misalnya pembatasan pergerakan. Program tersebut telah memfasilitasi artisanal untuk on boarding di enam e-commerce dan dua jasa transportasi online.

“Dalam kurun waktu enam bulan, program tersebut telah berhasil meningkatkan rata-rata omzet penjualan sebesar 60 persen dan melibatkan 6.738 tenaga kerja,” katanya.

Sejalan dengan hal tersebut, pada 2021, Kemenparekraf melanjutkan program turunan GerNas BBI. Untuk memfasilitasi artisanal Indonesia di Sumatera Utara melalui program Beli Kreatif Danau Toba. Produk artisanal tersebut masuk dalam ekonomi kreatif subsektor fesyen, kuliner, dan kriya.

Program ini juga bertujuan untuk mempromosikan Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas yang harus dikawal perkembangannya sesuai arahan Presiden Joko Widodo. “Melalui program ini, Kemenparekraf/Baparekraf ingin mendorong masyarakat untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap pembelian dan penggunaan produk asal Sumatra Utara. Sehingga kita dapat berpartisipasi pada pemulihan perekonomian nasional,” ujar dia.

Penulis: Luki Herdian

Editor: Rahmat Mauliady

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here